TABING, METRO–Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar mencatat ada 92 calon haji asal Embarkasi Padang yang terpisah di Tanah Suci karena berbeda penyedia layanan (syarikah). Meskipun hanya 1,47 persen dari total jamaah, hal ini tetap menjadi perhatian penting.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumbar, Rifki, mengatakan bahwa terpisahnya jamaah tersebut melibatkan beberapa faktor, seperti lanjut usia dengan pendamping dan pasangan suami istri yang terpisah akibat penggantian calon jamaah sebelum keberangkatan. Penggantian tersebut, meskipun dilakukan oleh keluarga, bisa menyebabkan perbedaan syarikah antara calon haji yang baru dengan kloter induk.
Untuk memudahkan penyatuan, Embarkasi Padang telah menyiapkan penanda khusus, termasuk stiker di paspor dan penanda di tas jamaah. Ini bertujuan agar syarikah di Tanah Suci dapat dengan mudah mengenali jamaah yang terpisah. Tagar syarikah di Tanah Suci dapat dengan mudah mengenali jamaah yang terpisah. Terkait edaran dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, yang mengatur agar jamaah yang terpisah disatukan dalam waktu 1×24 jam, Kemenag memastikan upaya penyatuan tetap berjalan lancar.
Selain itu, Rifki menyampaikan bahwa ketua kloter telah berupaya keras untuk menyatukan kembali jamaah yang terpisah, dengan melibatkan sektor terkait dalam proses penyatuan di Makkah.
“Dengan upaya yang terus dilakukan, diharapkan semua jamaah calon haji yang terpisah dapat segera bersatu dalam satu kloter sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Rifki.
Untuk diketahui, sebelumnya Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah menyelesaikan proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia yang terpisah rombongan saat pemberangkatan ke Makkah. Sebanyak 220 jemaah menjadi rombongan terakhir yang diberangkatkan dari Madinah menuju ke Makkah.
“Alhamdulillah, kita memberangkatkan sekitar 13 unit coaster dengan 220 jemaah yang terpisah dengan rombongannya. Ini adalah rombongan terakhir dan semoga tidak ada lagi jemaah terpisah dari rombongan saat pemberangkatan ke Makkah,” terang Kepala Daker Madinah M Lutfi Makki di Madinah, Senin (19/5) lalu.
Kendaraan Coaster yang membawa jemaah haji Indonesia ini diberangkatkan dari Madinah sekitar pukul 15.00 waktu Arab Saudi. Keberangkatan mereka dilepas oleh M Lutfi Makki selaku Kepala Daker Madinah.
“Dari hotel di Madinah, mereka transit sebentar di Bir Ali untuk miqat umrah wajib. Sehingga, sesampainya di Makkah, setelah beristirahat, mereka bisa menunaikan umrah,” sambung Makki, panggilan akrabnya.
Menurutnya, ada 569 jemaah haji Indonesia yang terpisah dari rombongannya saat pemberangkatan dari Madinah ke Makkah. Daker Madinah telah menyiapkan hotel khusus sebagai tempat bagi mereka sebelum diberangkatkan secara bertahap menuju Makkah.
“Kita kumpulkan di hotel khusus agar mendatanya lebih mudah dan memberangkatkannya juga lebih mudah. Fasilitas hotel ini juga sama dengan penginapan jemaah selama di Madinah. Mereka mendapat konsumsi dan jika ada yang sakit, mereka divisitasi oleh KKHI maupun dari Tim PKP2JH. Kita juga dibantu oleh tim Sektor Khusus Daker Madinah dalam melayani jemaah,” paparnya.
“Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih kepada jemaah yang mau menunggu dan bersabar. Kami juga mohon maaf atas kekurangan dalam pelayanan. Alhamdulillah semua bisa ditangani dengan baik,” tandasnya.
Proses pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah akan berlangsung hingga 25 Mei 2025. Makki berharap, tidak ada lagi jemaah yang terpisah dari rombongan dalam proses pergerakan mereka dari Kota Nabawi menuju Makkah Al-Mukarramah. (ren)






