PASIA JAMBAK, METRO – Sindiran kepada pemerintah kota, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP serta KPU dan Bawaslu dilayangkan oleh kelompok masyarakat. Yose (37), salah seorang pemerhati lingkungan yang tergabung dalam kelompok Konservasi Penyu di Pasia Jambak menilai Pemko Padang serta Bawaslu lemah dalam menerapkan aturan.
Penilaian ini dikaitkan dengan pembiaran terhadap poster-poster dan baliho calon legislatif (caleg) yang bertebaran di taman-taman kota. Yose mengaku sangat prihatin dengan kondisi Kota Padang jelang pemilihan legislatif (pileg) ini. Taman kota peraih Adipura “diperkosa”. Sayangnya, Pemko Padang acuh saja dan membiarkan hal tersebut tetap berlangsung.
“Cobalah liat di setiap taman kota di sepanjang Jalan Hamka dan Jalan Adinegoro. Taman itu penuh dengan poster caleg yang dipakukan di pohon pelindung,” sebut Yose.
Sebelumnya, terang Yose, dirinya bersama pemerhati lingkungan lainnya telah melakukan aksi cabut paku yang menancap di pohon taman kota di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman hingga Jalan Hamka. Pada waktu itu ada belasan kilogram paku yang berhasil dicabut dari pohon.
Sekarang sebutnya, jumlah poster yang menancap di pohon kota semakin ramai dan rapat. “Hari ini adalah hari yang berat bagi pohon. Mereka dipaku ditempeli poster poster oleh para caleg dan tim suksesnya,” sebut Yose lagi.
Ia berharap agar pemko segera mengambil sikap dan tidak membiarkan pelanggaran ini. Begitu juga dengan KPU dan Bawaslu, Diharapkan segera turun dan menertibkan baliho-baliho atau poster yang tidak sesuai pada tempatnya.
“Kewajiban Bawaslu tak hanya memproses kecurangan dalam pileg, tapi juga menertibkan alat peraga kampanye yang melanggar aturan,” ujar Yose lagi.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Tri Hadiyanto mengatakan, pihaknya hanya menunggu konfirmasi dari KPU untuk menertibkan baliho atau poster caleg di pohon taman kota. “Kita tunggu sikap dari KPU,” katanya.
Ketua KPU Padang, Sawati hingga kemarin, sudah dihubungi, tapi belum bisa dikonfirmasi. Kepala Satpol PP Padang, Al Amin mengaku sudah tiap hari melakukan pembersihan. Tapi “patah tumbuh hilang berganti. Baru saja dicabut, kemudian muncul lagi caleg yang lain.
“Jalan ke kampus Unand itu tiap hari dibersihkan. Tapi tetap saja muncul,” katanya.
Idealnya sebut Amin, Ba_waslu lebih proaktif melakukan penertiban baliho caleg. Yaitu dengan menyurati para caleg agar tak memaku poster atau baliho pada tempat tempat yang dilarang.
“Bawaslunya yang perlu proaktif. Kalau kami tiap sebentar telah menertibkan,” tegas Al amin. (tin)





