METRO SUMBAR

Pemkab Gelar Workshop Pembuatan Atribut Tradisional Mentawai

0
×

Pemkab Gelar Workshop Pembuatan Atribut Tradisional Mentawai

Sebarkan artikel ini
PEMBUKAAN WORKSHOP— Wakil Bupati Mentawai Jakop Saguruk membuka Workshop pembuatan atribut tradisional Mentawai, Senin (19/5).

MENTAWAI, METRO–Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Jakop Saguruk buka resmi kegiatan Workshop Pembuatan Atribut Tradisional Mentawai yang dimulai dari Senin-Selasa 19 – 21 Mei 2025 selama 3 hari ke depan di Homestay Mapaddegat Kecamatan Sipora Utara Kepulauan Mentawai.

Jakop Saguruk minta kepada pelaku seni harus dapat menciptakan atribut tradisional Mentawai bukan sekedar berniali seni tapi juga harus bernilai ekonomi dan adik-adik kita yang punya talenta budaya.

“Selain dia bisa mela­kukan pertunjukan budaya Mentawai, mereka bisa bikin juga kalung inu atau asesoris Mentawai lainnya, merangkai kalung ini tidak mudah, perlu ketelitian, dan ketenangan, sehingga melahirkan nilai seni yang tentu juga bernilai eko­nomi,” ujar Jakop

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka program pengembangan Kebuda­yaan yang ditujukan pada guru guru kesenian dan kebudayaan Mentawai pegiat seni komunitas yang menjadi peserta dalam kegiatan ini. “Kita dorong bagaimana sekolah menjadi pertama yang harus kita sesar melalui sekolah ini­lah akan muncul orang-o­rang yang punya talenta tentang budaya Menta­wai,” tambahnya.

Kalau siswa siswi memiliki talenta dan semangat bahwa mulai dari SD SMP dia terbentuk sampai di SMA dan dia paham akan budaya itu.

Menurut Wakil Bupati, seni budaya ini akan lebih bagus kita terapkan di se­kolah dan besok ini harus masuk di dalam kurikulum mata pelajaran Bumen ini harus masuk supaya anak-anak kita mengikuti dan belajar tentang kebuda­yaan.

“Siapa tahu nanti di sekolah, ada adik-adik kita yang punya talenta budaya, selain dia bisa me­lakukan pertunjukan budaya Mentawai, mereka bisa bikin juga kalung inu atau asesoris Mentawai lainnya, merangkai kalung ini tidak mudah, perlu ketelitian, dan ketenangan, sehingga melahirkan nilai seni yang tentu juga bernilai ekonomi,” ujar Jakop

Menyinggung tentang adanya perbedaan pola dan arti dari titi (tato) khas Mentawai di setiap daerah, Jakop menyebutkan ada­nya perbedaan itu justru memperkaya budaya Mentawai. Jakop menekankan kegiatan pelatihan yang digelar jangan hanya berhenti sampai disini, tapi juga harus dilanjutkan de­ngan adanya Lembaga yang mewadahi.

Kata Jakopn dengan adanya Lembaga yang mewadahi para pelaku seni dan ada kesepakatan dari pemerintah dan pelaku budaya tentang atribut atribut khas Mentawai, maka Pemerintah dapat dengan mudah untuk mendorong dengan penyediaan anggaran.

“Implementasinya ha­rus jelas, ada lembaganya, dan bila perlu ada museum nanti, tapi sekarang kita mulai dulu dari jenjang sekolah, dari SD sampai SMA nanti kita kuatkan dalam kurikulum muatan lokal, supaya anak-anak ini mengerti tentang budanya,” tegas Jakop

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mentawai Aban Barnabas menyebutkan, tujuan diadakan kegiatan pelatihan adalah untuk mendorong kemajuan kebudayaan Men­tawai sekaligus melestarikan warisan budaya tak benda Indonesia.

Pelatihan yang bakal digelar sampai Rabu (21/05-2025) itu diikuti seba­nyak 50 orang terdiri dari para guru SD, SMP se-Kabupaten Mentawai, dan para pelaku seni dengan materi tentang pembuatan atribut tradisional Mentawai seperti Kalung (Inu), Ikat kepala (Luat), dan aksesoris khas Mentawai lainnya. (rul)