LIMAPULUH KOTA, METRO –Bayu Dewantara Putra, guru Bahasa Indonesia MTsN 6 Piladang, Kabupaten Lima Puluh Kota, masuk sebagai finalis Duta Guru Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP) Bank Indonesia tahun 2025. Dia salah satu diantara 50 orang yang terpilih setelah mengikuti serangkaian seleksi.
Saat ini Bayu begitu sosok guru muda dan ramah itu disapa, tugasnya sebagai salah satu finalis adalah mengedukasi masyarakat melalui instansi pemerintah, komunitas dan sekolah-sekolah di Lima Puluh Kota. Salah satunya Jumat (16/5) pagi Bayu melakukan sosialisasi kepada pegawai dikantor Kemenag Lima Puluh Kota.
Tidak mudah bagi Guru tamatan UNP tahun 2016 ini untuk mampu lolos sebagai finalis Duta Guru CBP Rupiah. Karena Bayu harus membuat video pengenalan diri dan pemahaman rupiah untuk dikirim sebagai syarat mendaftar. Ditambah dirinya bukan ahli dibidang teknologi. Namun, semangat dan kerja keras serta keyakinan yang kuat dia mampu masuk sebagai finalis Duta Guru CBP Bank BI dari 600 orang pendaftar.
Sebelum melakukan sosialisasi dan edukasi, Bayu sudah dibekali Bank BI dengan mengikuti karentina selama Dua hari pada 26-28 April 2025 lalu. Disana dirinya menimba pengalaman melalui berbagai materi yang disampaikan seperti materi tentang rupiah, publik Spiking dan dari Bank Indonesia.
“Tugas kita mensosialisasikan keseluruhan masyarakat, pelaku usaha, komunitas, instansi dan lembaga pendidikan tentang Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP). Kita sampaikan arti cinta, bangga dan paham. Ternyata ini akan berpengaruh kepada perekonomian bangsa, karena kita dapat mengenali rupiah mana yang asli dan palsu. Kemudian rasa bangga ini sebagai jati diri bangsa. Dan kita paham fungsi rupiah bisa berhemat, investasi,” ucapnya dalam sosialisasi pagi itu.
Dirinya akan terus melakukan sosialisasi mulai sejak 28 April-30 Juni mendatang. Setelah melakukan sosialisasi, Bayu juga akan melaporkan kegiatan sosialisasinya kepasa Bank BI. Dirinya berharap bisa masuk 10 besar, kemudian 6 besar dan bisa terpilih mewakili Sumbar di tingkat Nasional.
“Dan nanti akan dijaring 10 besar, kemudian 6 besar dan akan dipilih 1 orang yang akan mewakili sumbar di tingkat nasional. Kita bekerja saja dulu untuk terus menyampaikan CBP kepada masyarakat, sehingga semua orang mencintai mata uang rupiah, dan tahu fungsi dan kegunaanya,” harap Bayu.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, H Irwan melalui Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Rizki Eka Putra, mengapresiasi sekaligus bangga dengan apa yang dilakukan Bayu. “Kita bangga dan tentu ini suatu prestasi ada guru madrasah yang masuk sebagai finalis Duta Guru CBP Bank BI,” ucapnya.
Menurutnya, baru pertama kali ada guru madrasah di Lima Puluh Kota yang masuk finalis Duta Guru CBP Bank BI. “Ini pertama kali, semoga makin banyak lahir guru-guru berprestasi dan hebat di madrasah-madrasah kita di Lima Puluh Kota. Sehingga, akan melahirkan anak-anak didik yang hebat-hebat serta mampu mengharumkan nama Lima Puluh Kota nanti ditingkat yang lebih luas,” harapnya. (uus)






