METRO SUMBAR

50 Persen Masyarakat Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Gigi dan Mulut

0
×

50 Persen Masyarakat Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Gigi dan Mulut

Sebarkan artikel ini
KONGRES PDGI— Peserta kongres PDGI KE XXVIII dari Sumatera Barat, dipimpin Ketua Pengwil H. Busril. MPH.

PADANG, METRO–Wakil Menteri Kesehatan RI Kabinet Merah Putih Prof. DR Dante Saksono Harbuwono., Sp. PD-KEMD. , Ph. D menyatakan bahwa sebanyak 50  persen warga masyarakat Indonesia mengalami masalah da­lam Kesehatan Gigi dan Mulut dengan berbagai kasus.

Sementara juga dike­tahui bahwa sebanyak 2.737. Puskesmas di Indonesia masih belum memiliki dokter gigi berikut peralatannya.

Pernyataan itu disampaikan Wamenkes saat menjadi keynot Speaker pada acara Pembukaan Kongres PDGI ( Persatuan Dokter Gigi Indonesia) ke XXVIII, Kamis siang (15/5,) di Ball Room Grand City, Kota Surabaya Jawa Timur.

Menurut Wamenkes, pada acara yang juga dihadiri oleh Pengurus Wilayah (Pengwil) Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Provinsi Sumatera Barat, mengirim utusan sejumlah 28 orang dokter gigi,  anak anak berumur 3 tahun su­dah diserang oleh penyakit karies dari data penelitian hal itu mencapai 82.8 persen. Karies termasuk 5 Besar masalah kesehatan terbanyak.

Wamenkes Dante juga menyebutkan bahwa prevalensi penyakit periodental di Indonesia juga tinggi.

Menurut Wamenkes Dante Perawatan gigi dan mulut menimbulkan dampak ekonomi yang sangat signifikan. Di BPJS Klaim penyakit gigi dan mulut termasuk 10 besar terbanyak pada tingkatan pelayanan pasien rawat jalan.

Hal ini disebabkan karena sebagian dari warga masyarakat Indonesia di­ketahui sangat lemah pe­ngetahuannya mengenai kesehatan gigi dan mulut serta akses pelayanan ke­se­hatan terhadap warga masyarakat juga masih rendah.

Dantes pada kesempatan itu mengungkapkan kondisi kesehatan gigi ma­syarakat seperti ini harus segera diantisipasi, maka pemerintah akan membuat regulasi untuk pemenuhan kebutuhan SDM Dokter Gigi.

Sementara hal yang telah dilakukan oleh kantor Kemenkes adalah program Intership dokter gigi, Pengusulan CASN, Penugasan Khusus Bagi Dokter Gigi, dan pendistribusian yang merata keseluruh lembaga Kesehatan di Indonesia.

Dalam waktu dekat kantor Kemenkes akan mela­kukan metode baru untuk mengatasi masalah kesehatan gigi masyarakat ini dengan melibatkan usia dini mulai bulan Juli 2025 ini dan ini termasuk program Presiden Prabowo jangka pendek dan dianggap men­desak.

“Kita akan lakukan program PKG  ( Pemeriksaan Gigi Gratis ) dengan sasaran anak PAUD sampai Remaja 17 tahun. Nah tentunya peran serta dokter gigi sangat diharapkan, ulas wakil menteri kesehatan ini.

Sementara itu Pengurus Wilayah (Pengwil) Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Provinsi Suma­tera Barat, mengirim utusan sejumlah 28 orang dokter gigi untuk mengikuti Kongres PDGI ke 28 di Surabaya Jawa Timur mulai tanggal 14-17 Mei 2024 ini.

Ketua Pengwil PDGI Sumbar drg. H. Busril. MPH mengungkapkan  ke 28 orang dokter gigi ini juga merupakan utusan dari 11 Pengurus cabang se Suma­tera Barat yaitu dari Cabang Padang, Pariaman, Bukittinggi, Pasaman Barat, Solok, Sijunjung, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Tanah Datar dan Payakumbuh serta Agam. (ped)