BUKITTINGGI, METRO–Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, secara resmi membuka Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Bukittinggi Tahun 2025. Acara tersebut digelar di Aula UPTD Balai Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian, Kamis (15/5).
Dalam sambutannya, Wako Ramlan memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang dinilai strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang sadar perencanaan masa depan, baik dalam aspek pendidikan, kesehatan, maupun kehidupan sosial.
“Pemerintah dan keluarga harus mempersiapkan generasi muda kita untuk menjadi anak-anak yang siap menjadi pemilik masa depan bangsa. Kita dorong mereka untuk berpikir positif, kreatif, inovatif, serta mampu merencanakan hidupnya dengan baik,” ujar Ramlan.
Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kota Bukittinggi juga berencana meluncurkan program “School Leadership”. Program ini ditujukan untuk membekali pelajar dengan pemahaman menyeluruh mengenai jalannya pemerintahan, serta isu-isu penting seperti pendidikan, agama, dan kesehatan.
“Kita akan membuka School Leadership agar anak-anak Bukittinggi tahu bagaimana pemerintahan bekerja dari berbagai segi. Ini bagian dari investasi jangka panjang dalam membentuk generasi pemimpin masa depan,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Bidang Advokasi, Komunikasi, dan Layanan Informasi (KALI) BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Ismiati. Ia menyampaikan apresiasi dan harapannya agar ajang Duta Genre menjadi motivasi bagi remaja untuk menjadi agen perubahan.
“Program Genre adalah upaya membentuk karakter remaja agar menjauhi pernikahan dini, penyimpangan seksual, narkoba, dan paham radikalisme. Kami berharap melalui ajang ini akan lahir remaja yang sehat, beriman, berakhlak, dan mampu memimpin masa depan,” tutur Ismiati.
Program Genre (Generasi Berencana) sendiri merupakan bagian dari strategi BKKBN untuk mewujudkan remaja tangguh yang dapat berkontribusi positif bagi pembangunan nasional.
Tahun ini, Pemilihan Duta Genre Kota Bukittinggi mengangkat tema “The Golden Horizon: Shaping the Future of Indonesia.” Proses seleksi telah berlangsung sejak Januari 2025, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, hingga psikotes. Dari seluruh peserta, terpilih 22 finalis terbaik yang bersaing di babak grand final.
Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) bekerja sama dengan Forum Genre Bukittinggi 2025, serta didukung oleh jaringan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Hadir pula dalam kesempatan ini Staf Ahli Penggerak PKK, Kepala DP3APPKB, dan Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi. (pry)






