BERITA UTAMA

Penyangga Jembatan Darurat Kayu Tanam Hanyut, Jalan Padang-Bukittinggi Macet, Pengendara Diminta Hati-hati

0
×

Penyangga Jembatan Darurat Kayu Tanam Hanyut, Jalan Padang-Bukittinggi Macet, Pengendara Diminta Hati-hati

Sebarkan artikel ini

PADANGPARIAMAN, METRO – Diguyur hujan sejak siang, sebagian kayu penyangga jembatan darurat (bailey) berada di Batang Kalu, Korong Pasa Usang, Kenagarian Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, hanyut setelah diterjang arus sungai yang deras, Sabtu (6/4).
Akibat kejadian itu, kendaraan yang akan melewati jembatan terpaksa antrian satu persatu untuk mengurangi beban di atas jembatan. Apalagi, warga kwatir dengan kekuatan jembatan yang berkurang karena kayu penahan jembatan hanya tinggal 4 batang saja.
Antrian kendaraan untuk melintas di jembatan darurat itu, juga berdampak kemacetan panjang di ruas jalan penghubung Padang-Bukittinggi tersebut. Apalagi, juga bertepatan dengan akhir pekan, dan biasanya intensitas kendaraan sangat tinggi melewati ruas jalan itu.
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho mengatakan hanyutnya kayu penyangga jembatan darurat Batang Kalu tersebut, disebabkan meningkatnya debit air sungai karena hujan deras yang melanda daerah itu sejak pukul 15.14 Wib.
“Dari hasil pengamatan arus air di sungai Batang Kalu memang cukup deras. Air juga berubah warna menjadi sangat keruh. Memang ada beberapa kayu yang didirikan sebagai penahan jembatan, hanyut. Tapi masih ada beberapa yang tidak hanyut,” kata AKBP Rizki.
AKBP Rizki menjelaskan setelah kejadian hanyutnya penyangga jembatan darurat, pihaknya juga mendapatkan informasi kalau tim teknis Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Sumbar telah melakukan pengecekan kondisi jembatan.
“Saya dapat laporan dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh BBJN, jembatan darurat tersebut masih bisa dilewati oleh kendaraan bermotor. Tapi dengan batas-batas berat kendaraan yang sudah ditentukan, dibawah 15 ton,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Sumbar Fathol Bari mengatakan sejauh ini jembatan darurat yang dipasang di sana, dalam kondisi masih aman dilalui kendaraan dengan kapasitas beban yang diizinkan, meskipun memang ada beberapa penyangga hanyut.
“Tidak ada pengaruhnya. Kekuatan jembatan masih bisa menampung kendaraan. Tapi kita tetap menghimbau agar pengedara tetap berhati-hati dan waspada saat melakukan perjalanan pada cuaca atau dalam kondisi hujan. Tetap waspada,” ungkapnya.
Untuk diketahui, jembatan tersebut hanya bisa dilewati oleh kendaraan yang memiliki beban dibawan 15 ton. Untuk kendaraan berbobot diatas 15 ton disarankan untuk melewati jalur alternatif Solok-Padang via Sitinjau Laut atau Bukittinggi-Padang via Malalak.
Sementara itu, di media sosial Whatsapps, beredar pesan-pesan agar masyarakat yang akan melewati Kayutanam baiak dari arah padang Maupun Bukittinggi diharapkan berhati-hati. Tebing di sekitar Jembatan alternatif dekat pasar Kayutanam mengalami keruntuhan (terban) akibat air sungai yang meluap.
Hal ini berpengaruh pada kekuatan jembatan sementara tersebut. Sebelum lewat, pastikan betul keadaan jembatan aman untuk kendaraan anda. Jangan memaksakan diri. Info dari Kakanda Al Komando (Babinsa Kayutanam, Pembina Sanggar Rajawali dan Komite Produksi Batajau Seni Piaman). (z)