SOLOK, METRO–Bupati Solok Jon Firman Pandu, menggelar audiensi bersama tokoh-tokoh masyarakat Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Dalam audiensi itu, masyarakat menyampaikan dua isu utama yang menjadi perhatian mereka, yakni pengelolaan dan pengembangan Pasar Alahan Panjang, serta penertiban bangunan liar di kawasan pinggir jalan nasional yang melintasi tepian Danau Diatas.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyatakan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pembahasan awal terkait rencana pengembangan Pasar Alahan Panjang. Ia menyebut bahwa pada prinsipnya pemerintah mendukung penuh upaya tersebut.
Namun lanjutnya, perlu dilakukan kajian lebih lanjut agar anggaran yang digunakan dapat memberikan hasil maksimal. Secara umum pemerintah menyetujui pengembangan pasar, namun mengingat lahan yang terbatas dan kebutuhan biaya yang besar, perlu ada perencanaan yang matang dan kajian teknis lebih mendalam.
Sementara itu terkait persoalan bangunan liar, Jon Pandu menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan penertiban secara terencana dan manusiawi. Untuk itu, akan dibentuk Satuan Tugas (Satgas) yang melibatkan unsur Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri.
“Kita juga sedang menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), namun tentu prosesnya tidak bisa dilakukan secara mendadak. Melalui Satgas ini, kita akan lakukan pembinaan sekaligus penertiban bangunan liar secara bertahap,” tambahnya.
Jon Pandu mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh adat dan pemuda, untuk ikut mendukung langkah-langkah pembangunan yang tengah dan akan dilakukan oleh pemerintah daerah. (vko)






