OLAHRAGA

Juarai Coppa Italia Setelah Tundukan AC Milan, Bologna Akhiri Penantian 51 Tahun

0
×

Juarai Coppa Italia Setelah Tundukan AC Milan, Bologna Akhiri Penantian 51 Tahun

Sebarkan artikel ini
PERAYAAN— Para pemain Bologna merayakan kemenangan bersejarah usai menundukkan AC Milan 1-0 di final Coppa Italia.

Bologna berhasil mengakhiri penantian panjang selama 51 tahun untuk meraih trofi utama se­telah menaklukkan AC Milan dengan skor tipis 1-0 pada final Coppa Italia, Kamis (15/5) dini hari WIB di Stadio Olimpico, Roma.

Gol semata wayang Bologna dicetak oleh Dan Ndoye pada menit ke-53, membawa tim asuhan Vincenzo Italiano meraih gelar pertama mereka sejak terakhir kali menjuarai Coppa Italia pada tahun 1974. Itu juga menjadi final pertama Bologna di ajang turnamen besar sejak kemenangan bersejarah me­reka 51 tahun lalu.

Pelatih Vincenzo Ita­liano sukses mengangkat performa Bologna sejak menggantikan Thiago Motta. Dengan kemenangan ini, Italiano juga meraih gelar besar pertamanya sebagai pelatih setelah sebelumnya gagal di tiga final bersama Fiorentina, termasuk final Coppa Ita­lia 2023.

“Itu pertandingan yang sulit, tapi kami memenangkannya untuk kami, untuk kota, dan untuk para fans. Kami melakukan segalanya dengan benar, mencetak gol di saat yang tepat, dan bekerja seperti sebuah tim sejati,” ujar Ndoye kepada Mediaset.

Selebrasi meriah terjadi di Stadio Olimpico, di mana para pemain Bologna mengangkat Italiano tinggi-tinggi di udara sebagai bentuk penghormatan. Para suporter menari dan menangis bahagia se­telah menyaksikan momen bersejarah yang banyak orang pikir tak akan terjadi lagi.

“Kami pantas menda­patkan ini, terutama karena kami bermain luar biasa malam ini. Itu adalah performa fantastis. Kami me­nutup tahun yang luar biasa dengan trofi, ini adalah hal yang pantas didapatkan para fans kami,” ujar Italiano penuh kebanggaan.

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk AC Milan di musim yang penuh kesulitan. Klub yang terakhir kali menjuarai Coppa Italia pada 2003 itu kini tertatih-tatih dalam upaya mereka mengamankan posisi Eropa. Milan saat ini duduk di posisi kedelapan Serie A, tertinggal tiga poin dari AS Roma yang me­nempati zona Conference League.

Di sisi lain, rival mereka, Inter Milan, tengah bersiap menghadapi final Liga Champions dan berjuang mempertahankan gelar Serie A, semakin menambah tekanan pada skuat asuhan Sergio Conceicao tersebut.

Sebelum pertandingan dimulai, suporter Bologna menyuguhkan koreografi besar yang menghormati para pemain yang menjuarai Coppa Italia 1974. Du­kungan penuh warna dan antusias itu menambah semangat para pemain di lapangan.

Bologna mengawali laga dengan peluang emas pada menit kedelapan me­lalui Santiago Castro, namun sepakannya belum mampu menaklukkan Mike Maignan. Milan langsung merespons melalui aksi Alex Jimenez yang me­ngirim umpan silang berbahaya, namun Sam Beukema gagal memanfaatkannya dan Lukasz Skorupski tampil gemilang menahan bola rebound dari Luka Jovic.

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Bologna akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-53. Dan Ndoye yang memanfaatkan bola liar usai Riccardo Orsolini ditackle oleh Theo Hernandez, melepaskan tembakan keras yang merobek jala Maignan.

Milan sempat mencoba bangkit, namun peluang terbaik mereka di menit ke-71 melalui Santiago Gimenez gagal berbuah gol se­telah sentuhannya yang buruk justru mengarahkan bola ke pelukan Skorupski.

Bologna bertahan de­ngan gigih hingga peluit panjang dibunyikan. Para pemain pun ambruk ke tanah dalam kelelahan dan kebahagiaan, merayakan kemenangan bersejarah yang telah lama dinantikan.

Kemenangan ini membawa Bologna kembali ke peta sepak bola Italia, se­kaligus memberikan kena­ngan manis bagi para peng­gemar yang setia menunggu selama lebih dari sete­ngah abad. (jpg)