BERITA UTAMA

Wanita Keterbelakangan Mental Tewas Terpanggang, Rumah Terbakar Gegara Kompor Meledak

0
×

Wanita Keterbelakangan Mental Tewas Terpanggang, Rumah Terbakar Gegara Kompor Meledak

Sebarkan artikel ini
TEWAS TERPANGGAN— Petugas Damkar mengevakuasi jenazah korban Nike (49) yang tewas terpanggang dalam rumahnya yang terbakar.

AGAM, METRO–Rumah semi permanen di Jorong Galudua, Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, ludes dilalap si jago merah, Rabu (14/5) sekitar pukul 17.00 WIB. Mirisnya, musibah kebakaran ini menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan laporan warga sekitar, korban diketahui bernama Nike (49), seorang perempuan yang menderita keterbelakangan mental. Jasad korban ditemukan satu meter di pintu depan, diduga gagal menyelamatkan diri keluar rumah.

Menurut warga, korban pada saat kebakaran terjadi, kondisinya sedang sakit dan terjebak di dalam rumah saat api mulai membesar, sehingga tidak mampu menyelamatkan diri. Hal ini diperparah dengan kondisi rumah yang berbahan kayu dan cuaca panas, sehingga mempercepat penyebaran kobaran api.

“Warga sempat mencoba memberikan pertolongan sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, tapi nyawanya sudah tidak tertolong,” ungkap warga sekitar.

Sementara itu, petugas dari Pemadam Kebakaran (damkar) Kabupaten Agam usai mendapat laporan dari warga, langsung bergerak cepat melakukan pemadaman serta pengamanan area untuk mencegah meluasnya kebakaran ke bangunan lain. Sebanyak 1 unit mobil damkar dibantu dengan 1 unit tanki milik warga dikerahkan untuk memadamkan api.

“Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih satu jam berkat kerja sama antara perangkat nagari, PMI Kota Bukittinggi, TNI/Polri, serta masyarakat setempat yang bahu-membahu memadamkan kobaran api,” terang salah seorang anggota PMI Bukittinggi.

Kepala Bidang Damkar Agam, Eki Marlinda mengatakan, pihaknya mendapat laporan terjadinya kebakaran pukul 16.55 WIB. Pihaknya langsung menuju lokasi namun di tengah perjalanan hampir sampai di lokasi, armada terkendala adanya pengalihan arus lalu lintas karena sedang pada proyek pengaspalan jalan Ruas Padang Lua – Simpang Malalak.

“Saat kami tiba di lokasi pukul 17.12 WIB, api sudah membesar. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 18.25 WIB. Api cepat membesar karena rumah tersebut materialnya sebagian besar dari kayu,” ujar dia.

Eki mengatakan, tim pemadam mengerahkan tujuh unit mobil pemadam dari tiga daerah, Agam 3 unit, Bukittinggi 2 unit, dan Padangpanjang 2 unit. Sebanyak 40 personel gabungan terlibat dalam operasi ini, dibantu oleh 60 petugas dan relawan dari Redkar serta KSB IV Koto.

“Selain korban meninggal, satu orang lainnya mengalami luka-luka. Kebakaran juga menyebabkan kerusakan ringan pada satu rumah tetangga, meski tiga unit rumah lain berhasil diselamatkan dari jangkauan api,” kata dia.

Eki menuturkan, total kerugian ditaksir mencapai Rp350 juta. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya kewaspadaan saat menggunakan peralatan rumah tangga, khususnya yang berhubungan dengan api.

“Ledakan awal diduga berasal dari kompor. Api dari arah dapur. Penye­bab pastinya masih dalam penyelidikan. Dengan adanya kejadian ini, kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap hal-hal yang memicu kebaka­ran,” tutupnya. (pry)