METRO PADANG

Progul Smart Surau, Solusi Membangun Masyarakat Religius dan Tangguh di Tengah Gempuran Digitalisasi

0
×

Progul Smart Surau, Solusi Membangun Masyarakat Religius dan Tangguh di Tengah Gempuran Digitalisasi

Sebarkan artikel ini
PEMANTAPAN SMART SURAU— Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wawako Maigus Nasir saat menghadiri Musda ke-X Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang. Wako meminta dukungan dari DMI untuk memantapkan progul Smart Surau.

AZIZ CHAN, METRO–Pemko Padang terus memantapkan komitmennya terhadap program unggulan (Progul) Smart Surau yang menjadi bagian dari visi besar Padang Kota Cerdas dan Religius.

Hal itu ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran dalam Musyawarah Da­erah (Musda) ke-X Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Padang yang ber­lang­sung di Gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan, Ming­gu (11/5) lalu.

Musda ini secara resmi dibuka Ketua DMI Wilayah Sumbar, Prof. Ganefri, yang menekankan pentingnya sinergi antara DMI, pemerintah, dan ma­sy­a­ra­kat dalam menjadikan mas­jid sebagai pusat pembangunan umat.

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan bahwa digitalisasi masjid adalah langkah konkret dalam menjawab tantangan zaman.

“Smart Surau bukan hanya tentang wifi gratis atau platform belajar. Ini tentang bagaimana masjid menjadi pusat aktivitas umat, tempat anak-anak dan generasi muda bertumbuh dengan nilai-nilai agama, budaya, dan tek­nologi,” tegasnya.

Beberapa aktivitas unggulan dalam Smart Surau seperti Subuh Mubarokah dan pembinaan Remaja Masjid dinilai sebagai program strategis yang diper­kuat oleh pemerintah agar tidak sekadar berjalan rutin, tapi berdampak luas dan berkelanjutan.

Wako Fadly Amran ju­ga menekankan pentingnya kepengurusan masjid yang melibatkan lintas ge­ne­rasi.

“Agar program digitalisasi berjalan efektif, pengurus harus bisa menjembatani kebutuhan umat, dari kalangan tua hingga muda. Surau adalah tempat pendidikan karakter dan budaya Minangkabau yang harus hidup kembali,” ungkapnya.

Ketua DMI Kota Pa­dang sekaligus Wakil Wali Kota, Maigus Nasir menyebut bahwa Smart Surau adalah solusi untuk membangun masyarakat religius dan tangguh di tengah arus globalisasi.

“Yang lebih menakutkan dari megathrust adalah jika masyarakat tak lagi mengerti agama. Maka masjid harus hidup, aktif, dan menghidupkan,” ujar­nya.

Musda yang mengu­sung tema “Memakmurkan dan Dimakmurkan Mas­jid Menuju Smart Su­rau” ini turut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Padang Edi Oktaviandy, Kabag Kesra Jasman, Camat dan Lurah se-Kota Padang, unsur Forkopimda, serta perwakilan pengurus masjid dan mushalla dari seluruh kecamatan di Padang. (ren)