METRO PADANG

International Summer Course, Unand Promosikan Kuliner Tradisional dan Warisan Budaya Minangkabau

0
×

International Summer Course, Unand Promosikan Kuliner Tradisional dan Warisan Budaya Minangkabau

Sebarkan artikel ini
PROGRAM SUMMER COURSE— Sejumlah mahasiswa internasional dan nasional mengikuti program International Summer Course bertajuk “Etno-Food and Cultural Beauty of Minangkabau”, yang digelar Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas.

LIMAU MANIS, METRO–Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Perta­nian (TPHP) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (Unand), menggelar program International Summer Course bertajuk “Etno-Food and Cultural Beauty of Minangkabau”. Program ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan kekayaan kuliner tradisional serta warisan budaya Minang­kabau kepada peserta dari dalam dan luar negeri.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta summer course diajak untuk me­nye­lami kekayaan budaya Minangkabau melalui rangkaian kegiatan yang dirancang secara holistik, mulai dari kuliah tematik, loka­karya praktis, pertunjukan seni, hingga kunjungan lapangan.

Fokus utama kegiatan ini adalah menggali nilai-nilai budaya masyarakat Minangkabau—yang dikenal sebagai komunitas ma­tri­lineal terbesar di dunia beserta keterkaitannya dengan tradisi kuliner dan struktur sosial.

Seperti dikutip dari web­­site resmi Unand, Senin (12/5), kegiatan resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Dr. Ir. Alfi Asben, M.Si., dan dilangsungkan di The Gade Lounge, UPT Perpustakaan Universitas Andalas. Hadir pula Ketua Departemen TPHP, Prof. Dr. Ir. Novizar, M.Si., yang juga menjadi salah satu narasumber kunci.

Selain itu, jajaran narasumber dari berbagai institusi turut memperkaya wawasan peserta, seperti Dr. Fetriyuna (Universitas Padjadjaran), Prof. Dr. Rini, Diah Cahaya Iman, Ph.D., Dr. Hasanuddin, dan Rina Marnita, Ph.D.

Peserta summer cour­se ini terdiri dari mahasiswa internasional dan nasional, termasuk 5 mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), 1 mahasiswa dari Universitas Padjadjaran, serta 10 mahasiswa internasional dari Universitas Andalas.

Melalui kegiatan ini, Universitas Andalas me­nun­jukkan komitmennya dalam melestarikan sekaligus mempromosikan budaya lokal ke tingkat global. Lebih dari sekadar memperkenalkan makanan tradisional, program ini menekankan pentingnya memahami kuliner sebagai representasi identitas, nilai, dan tatanan sosial dalam bu­daya Minangkabau. (ren)