METRO PADANG

Hujan Deras dan Badai Warnai Kedatangan Jamaah Kloter 6, Petugas Embarkasi Padang Basah Kuyup Payungi Jamaah

0
×

Hujan Deras dan Badai Warnai Kedatangan Jamaah Kloter 6, Petugas Embarkasi Padang Basah Kuyup Payungi Jamaah

Sebarkan artikel ini
PAYUNGI JAMAAH— Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang menyambut kedatangan jemaah di Asrama Haji, dengan payung dan kondisi baysah kuyup, Minggu (11/5). Senin (12/5), jemaah haji kloter 6 ini sudah diberangkatkan dari BIM menuju Medinah.

TABING, METRO–Hujan deras disertai angin kencang menyambut kedatangan jemaah haji kloter 6 Embarkasih Padang, di Asrama Haji Tabing, Minggu (11/5). Namun, petugas sudah dengan sigap berbaris memayungi jemaah saat turun bus hingga memasuki asrama.

Kedatangan jemaah asal Tanah Datar, Pesisir Selatan dan Kota Padang ini diiringi hujan deras. Petugas de­ngan siaga memayungi jemaah saat turun dari bus yang mengangkut jemaah dari daerah asal.

Fauzan, salah seorang petugas yang menyambut jemaah di pintu bus dengan payung merasa se­nang dan terharu bisa melayani jemaah dengan baik. Bahkan ia bersama petugas lainnya rela hujan-hujanan.

“Rasanya sangat se­nang dan terharu bisa melayani jemaah, meskipun hujan deras kita berupaya bagaimana jemaah tidak kehujanan. Bahkan ada yang sudah basah kuyup dan kedinginan, tapi kita puas bisa melindungi jemaah,” ujar Fauzan.

Jemaah kloter 6 berjumlah 423 orang dengan rincian jemaah Tanah Datar 281 orang, Pesisir Selatan 125, Kota Padang 11 orang, Petugas Haji Daerah 2 orang dan petugas kloter 4 orang. Kloter 6 diterbangkan Senin (12/5) pukul 18.40 WIB.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin selaku Ketua PPIH, mengapresiasi kesigapan petugas dalam menyambut pa­ra jemaah haji. Dengan kondisi hujan lebat yang sudah melanda Kota Padang sejak Minggu pagi, para petugas pun sudah bersiap dengan segala kondisinya untuk menyambut jemaah.

Turut menyambut kedatangan jemaah, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mahyudin selaku Ketua PPIH, didampingi Kabid PHU, M. Rifki, Kabid Penais Zawa Abrar Munanda, Kabid Urais Yosef Chairul seluruh PPIH dan P3IH Embarkasi Padang

“Alhamdulillah, kita kem­­bali menyambut kedatangan jemaah asal Sumatera Barat di Asrama Haji. Meski dalam kondisi hujan petugas berusaha memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah. Bahkan petugas rela basah kuyup demi melindungi jemaah dari hujan,” kata Kakanwil Mahyudin.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah maksimal dan membangun kebersamaan dalam melayani jemaah haji. “Kita ber­tekad dan berkomitmen memberikan yang terbaik kepada jemaah haji,” katanya.

“Tadi kita menyaksikan langsung bagaimana aksi heroik petugas basah-ba­sah menyambut jemaah dengan payung. Mereka rela hujan-hujanan asalkan jemaah tidak kebasahan. Karena kalau kena hujan nanti jemaah bisa masuk angin dan sakit,” tuturnya.

Maksimalkan Layanan OSS

Di sisi lain, Mahyudin mengungkapkan pelayanan One Stop Service terus dimaksinalkan untuk jemaah. Layanan OSS untuk jemaah kloter 06 dengan total jumlah jemaah 423 orang ini menggunakan skema baru demi efisiensi dan efektifitas waktu antrian jemaah diaula kedatangan.

Mengedepankan layanan ramah lansia dan ramah risti, proses OSS berjalan lancar tanpa kendala selama lebih kurang 3,5 jam. Dimana Jemaah Ta­nah Datar terhitung sebanyak 281 orang, Pesisir Selatan 125, Kota Padang 11 orang, 2 orang Petugas Haji Daerah dan 4 petugas kloter.

Ia menuturkan untuk kloter 06  dan kloter berikutnya PPIH Embarkasi memaksimalkan layanan OSS dengan skema baru. Tentu saja yang masih relevan dengan arahan dan petunjuk Inspektorat Jenderal Kemenag.

“Jadi OSS mengutamakan pelayanan Lansia dan Risti. Seluruh jemaah Lansia dan Risti langsung kita berikan lima pelayanan tanpa harus antri. Mereka cukup duduk ditempatnya masing masing, dan me­nung­gu petugas melayani dengan lima layanan yang akan diterima jemaah, “ungkap Mahyudin.

Menurut Mahyudin 123 total jumlah Lansia dan Risti yang tergabung dalam kloter 06 ini langsung di­be­rikan Kartu Identitas, gelang identitas, dokumen paspor, living cost dan layanan kesehatan jemaah.

“Dengan skema seperti ini, jemaah Lansia dan Risti (risiko tinggi) bisa lebih dulu masuk kamar masing-masing dan memanfaatkan waktu untuk beristirahat,” jelasnya.

Kedua, untuk jemaah reguler dipanggil sesuai nomor antriannya untuk mendapatkan lima layanan serupa dadi petugas PPIH embarkasi.

Perubahan dengan skema baru ini disoroti Mahyudin selain sebagai wujud pelayanan ramah Lansia dan ramah risti kepada jemaah, juga untuk tertibnya alur layanan saat jemaah masuk dan alur keluar.

Selain itu, Mahyudin menyebut untuk memastikan lima layanan kepada jemaah tidak ada yang terlewatkan. Pihaknya membuat tim checking khusus lima layanan kepada jemaah.

“Makanya tadi kita tam­bahkan juga tim petugas untuk mengecek atau tim checking jemaah. Hal ini penting sehingga bisa dipastikan tidak ada jemaah yang belum terlayani dan luput dari lima komponen layanan. Untuk jemaah laki laki ada 3 orang petugas dan 3 lainnya untuk jemaah perempuan,” ungkapnya.

Kakanwil berharap seluruh petugas PPIH Embarkasi Padang dapat mem­pertahankan dan me­ning­katkan soliditas dalam melayani jemaah.

“Bagaimana pun petugas kita tergabung dari lembaga lintas sektoral. Ada tim imigrasi, BKK, Ke­se­hatan, tim living cost dari BRI, tim gelang dan akomodasi butuh kolaborasi dan kekompakan,” katanya. (ren)