OLAHRAGA

Sirkuit Mandalika Lombok Kantongi Dua Homologasi, Siap Gelar GT World Challenge Asia 2025

0
×

Sirkuit Mandalika Lombok Kantongi Dua Homologasi, Siap Gelar GT World Challenge Asia 2025

Sebarkan artikel ini
SIRKUIT MANDALIKA— Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

JAKARTA, METRO–Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengumumkan bah­wa Sirkuit Internasional Mandalika kini telah mengantongi dua Homo­logasi. Selain Homologasi A dari Federation Internationale de Motocyclisme (FIM), sirkuit ke­banggaan Indonesia ini miliki Homologasi Grade 3 dari Federasi Automobil Internasional (FIA).

“Hari ini Sirkuit Internasional Mandalika telah mendapat Homo­logasi Grade 3 dari FIA,” ucap Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, kemarin (8/5).

Satu sisi dirinya tidak berharap banyak, namun siapa sangka Sirkuit Mandalika dinyatakan lolos dan mendapat Homologasi Grade 3 dari FIA. Pasca inspeksi lintasan yang dilakukan FIA hing­ga dilakukannya sesi latihan berbayar pembalap tidak ada komplain khusus yang diterima MGPA.

“Termasuk dari CRO sebagai penyelenggara terhadap sirkuit juga tidak ada. Sehingga kami telah menerima homologasi Grade 3 dari FIA secara resmi, suratnya ada,” ujarnya.

Hal ini cukup membanggakan mengingat dalam perjalanan menuju homologasi dikerjakan sepenuhnya oleh tenaga kerja lokal NTB. Pengerjaan yang di­mulai dari nol hingga mendapat homologasi juga tidak mudah. Seperti pemotongan run off lin­tasan yang tidak gampang namun bisa dilakukan.

“Sebelumnya sirkuit telah memiliki Homologasi A dari FIM. Dengan bertambahnya homolo­gasi dari FIA ini maka sirkuit bisa menggelar balapan roda dua maupun roda empat,” kata Andhi.

Lebih lanjut, Andhi me­nga­takan sesi latihan resmi berbayar (paid test session) menjelang ajang  GT World Challenge Asia (GTWCA) 2025 di Sirkuit Inter­nasional Mandalika telah ram­pung digelar dalam tiga sesi. Sejumlah tim memanfaatkan sesi ini untuk mengenal karakter linta­san dan mengatur setelan terbaik jelang sesi kualifikasi.

Ajang GTWCA 2025 akan ber­lanjut dengan sesi kualifikasi dan balapan utama akhir pekan ini. Sebanyak 34 mobil GT3 dan GT4 dari berbagai negara dijadwalkan ikut serta, menghadirkan atmosfer balap internasional yang makin memperkuat posisi Mandalika sebagai ikon motorsport Indonesia.

“Tim timing MGPA juga men­catat bahwa seluruh sesi paid test berjalan lancar tanpa insiden besar, menunjukkan kesiapan sirkuit dan kru teknis dalam men­dukung gelaran akbar ini,” kata Andhi.

Sementara itu, Direktur Ko­mersial InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Reza Warokka mengatakan keha­diran balapan mobil bergengsi GTWCA memperkuat posisi ka­wasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Sebanyak 68 gentleman driver yang meru­pakan orang terkaya di Asia hadir untuk memperebutkan podium pertama di Sirkuit Mandalika.

Bukan hanya sekedar balapan, kehadiran ajang balap prestisius ini telah berhasil menarik inves­tasi. Salah satu pembalap akan membangun luxury garage di Sirkuit Mandalika yang diha­rapkan penandatangan MoU akan berlangsung akhir pekan ini.

“Seperti yang disampaikan, kita akan kerjasama dengan salah satu tim pembalap absolute racing. Kita akan membuat salah satu fasilitas penting di kawasan sirkuit. Artinya berangkat dari kegiatan olahraga, berdampak pada hadir­nya investasi baru di Mandalika,” jelasnya.

Troy mengatakan faktanya Mandalika adalah destinasi sport tourism kelas dunia dengan ke­hadiran berbagai balapan motor dan mobil kelas internasional. “Untuk mencapai di level ini bukan hal yang mudah dan murah. Karena ini tentunya ada homo­logasi dari FIA dan FIM, ada ketentuan juga dari IMI. Segala ketentuan skala nasional dan internasional itu ditaati dan dija­lankan,” beber Troy.

Keberadaan Sirkuit Mandalika sekarang dan kedepan aktiva­sinya harus tetap ada, mengingat banyak fasilitas olahraga di Indonesia setelah dibangun sepi dan terbengkalai.

Product Development Department Head ITDC Desi Rosmawati menerangkan selama ini ITDC memberikan insentif bebas bea masuk kepada investor termasuk absolute racing team yang bea masuk nol persen termasuk PPn dan PPh. Berarti tidak ada pu­ngutan bea masuk pada saat barang impor memasuki wilayah.

“Kemudian kita skema kerja­sama kita karena menawarkan HGB diatas HPL kita sistem sewa. Jadi nanti investor bisa me­ner­bitkan HGB diatas HPL. Jika me­ngacu UU Agraria kita hanya dapat 30 tahun namun KEK Man­dalika bisa sampai 80 tahun,” tandasnya. (jpg)