METRO PADANG

Kunjungi Rumah Sejarah PDRI di Silantai, Masyarakat Menaruh Harapan kepada Andre

0
×

Kunjungi Rumah Sejarah PDRI di Silantai, Masyarakat Menaruh Harapan kepada Andre

Sebarkan artikel ini

SIJUNJUNG, METRO – Masyarakat Nagari Silantai, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung mengharapkan agar nagari yang memiliki tempat bersejarah dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia itu untuk lebih diperhatikan dan dikenal masyarakat luas.
Harapan itu disampaikan melalui tokoh masyatakat setempat kepada putra daerah Kabupaten Sijunjung, Andre Rosiade yang saat ini tengah berkiprah di tingkat nasional, serta sebagai calon anggota DPR RI dari Partai Gerindra Dapil I Sumbar nomor urut 2.
Selain terdapat tugu Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), di tempat itulah pahlawan nasional Syafrudin Prawira Negara menggelar sidang lengkap untuk mempersiapkan negara setelah mendapat surat mandat dari Presiden Soekarno. Para pejuang bangsa saat itu harus bersembunyi di Nagari Silantai dari kejaran para penjajah.
Selain terdapat monumen bersejarah, di sana juga terdapat sebuah rumah tua yang menyimpan bukti-bukti berupa benda peninggalan serta dokumentasi yang menjelaskan perjuangan pahlawan pada masa itu. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat setempat merasakan perlunya perhatian pembangunan yang lebih baik agar Nagari Silantai bisa dikenal luas sebagai tempat bersejarah.
Selain menyampaikan untuk kemajuan daerah, masyarakat setempat juga berdiskusi secara langsung dengan Wasekjen Partai Gerindra yang juga sebagai juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tersebut.
“Nagari Silantai menyimpan banyak bukti sejarah dalam memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Kami berharap agar pembangunan di nagari kami bisa diperhatikan lebih baik lagi, serta tidak ketinggalan dengan daerah lain pada umumnya,” tutur Rindo, tokoh masyarakat setempat saat menggelar diskusi dihadapan Andre Rosiade, akhir pekan lalu.
Selain itu, katanya, bermacam persoalan tentang kesejahteraan kehidupan mulai dari ekonomi, pendidikan serta lapangan kerja juga menjadj topik dalam pertemuan tersebut. “Kami bangga memiliki putra asli Sijunjung yang berasal dari Aur Gading, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Andre Rosiade ini bisa bersuara di tingkat pusat. Kami sering menyaksikan beliau menyuarakan harapan rakyat di televisi. Siapa lagi yang akan membangun Sijunjung ini kalau bukan orang Sijunjung itu sendiri,” tambahnya.
Masyarakat Kecamatan Sumpur Kudus, khususnya Nagari Silantai yang merupakan mayoritas petani, sangat menggantungkan perputaran ekonomi melalui sektor pertanian. Namun, di tengah tingginya harga kebutuhan hidup serta anjloknya sejumlah harga komoditi hasil pertanian menjadikan ekonomi masyarakat semakin terpuruk.
“Di sini kami umumnya petani, hidup dari hasil bersawah, ladang dan kebun. Salah satunya masih bergantung kepada penjualan hasil getah karet yang saat ini harganya tak kunjung membaik, kami berharap tolong dicarikan solusi untuk persoalan ini,” ungkap Danus, seorang pekebun.
Andre Rosiade menuturkan di hadapan seluruh masyarakat yang hadir, akan memperjuangkan perekonomian masyarakat bisa lebih baik lagi kedepannya melalui sebuah perubahan. Terutama dalam meningkatkan sektor petanian menjadi lebih baik lagi.
“Apa yang menjadi keluhan kita semua merupakan hal yang prioritas bagi kami. Masyarakat harus sejahtera dan makmur, petani kita harus mendapat perhatian. Insya Allah kehidupan masyarakat akan lebih baik nantinya disaat Pak Prabowo dan Bang Sandiaga Uno menjadi Presiden dan Wakil Presiden,” jelas ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang ini.
Saat itu, keluhan dari guru honorer juga dibahas. Persoalan tersebut merupakan hal yang paling sering muncul saat Andre Rosiade berdiskusi dengan masyarakat. “Memang sangat memilukan, para guru kita tidak diperhatikan kesejahteraannya, honor selama belasan dan puluhan tahun tapi kesejahteraan mereka tidak diperhatikan,” kata Andre.
Bahkan, sebutnya, ada yang digaji Rp300 ribu per bulan, itupun dibayar setiap 3 bulan. Kami sudah berkomitmen agar UU ASN ini direvisi. “Guru honorer harus menerima gaji minimal setara UMR, dan kita amgkat menjadi PNS,” terangnya.
Usai dijamu dan berdiskusi dengan masyarakat, Andre Rosiade bersama rombongan menyempatkan berkunjung ke monumen PDRI dan rumah bersejarah, di Nagari Silantai. (ndo)