SOLOK, METRO–Ketua TP PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu mengatakan kegiatan penilai lomba Dasawisma berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk mendorong peran strategis PKK dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Ny. Nia Jon Firman Pandu menjelaskan bahwa Dasawisma Melati 25 dari Nagari Gantuang Ciri ditunjuk mewakili Kabupaten Solok, karena telah memenangkan ekspos Ketua Dasawisma di tingkat kabupaten, dan menunjukkan berbagai inovasi yang inspiratif.
“Dengan adanya penilaian ini, kami berharap dapat mengevaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, sekaligus memperkuat posisi PKK dalam mendukung kesejahteraan dan pembangunan di daerah,” ucapnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Nagari Gantuang Ciri dan seluruh kader PKK, atas persiapan maksimal dalam menyambut tim penilai dari Provinsi Sumbar.
Sementara itu Bupati Solok Jon Firman Pandu, mendorong Nagari Gantuang Ciri sebagai perwakilan Kabupaten Solok. Ia menegaskan pentingnya peran dasawisma sebagai ujung tombak gerakan PKK, yang secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mencari juara, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan inovasi masyarakat. Kami yakin Dasawisma Melati 25 layak bersaing di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat Ny. Harneli Mahyeldi, dalam arahannya menyatakan bahwa penilaian ini bukan hanya sebatas lomba, tetapi sebagai sarana untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program pokok PKK telah memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.
Ny. Harneli Mahyeldi juga mengapresiasi kerja keras semua pihak, khususnya kader PKK di tingkat dasawisma, yang menjadi garda terdepan dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga.
“Keberhasilan dasawisma bukan hanya milik ketuanya, tetapi karena kekompakan seluruh anggota dan dukungan dari berbagai elemen pemerintahan. Saya bangga melihat antusiasme dan inovasi dari Dasawisma Melati 25 ini,” ujar Ny. Harneli.
Kegiatan penilaian ini diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh kader PKK dan masyarakat untuk terus meningkatkan partisipasi aktif dalam pembangunan, mulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan dasawisma. (vko)






