BERITA UTAMA

Aksi Solidaritas Sumbar Bersama Palestina, Nyatakan 10 Sikap Atas Penjajahan Israel, Diikuti Puluhan Ribu Warga, Kumpulkan Donasi lebih Rp 1,5 Miliar

0
×

Aksi Solidaritas Sumbar Bersama Palestina, Nyatakan 10 Sikap Atas Penjajahan Israel, Diikuti Puluhan Ribu Warga, Kumpulkan Donasi lebih Rp 1,5 Miliar

Sebarkan artikel ini
AKSI SOLIDARITAS-Puluhan ribu warga mengikuti aksi Solidaritas Sumbar Bersama Palestina di Kantor Gubernur Sumbar.

PADANG, METRO–Gelombang dukungan untuk Palestina terus bergema di Sumtera Barat (Sumbar). Puluhan ribu warga dari berbagai elemen masyarakat memadati halaman Kantor Gubernur Sumbar untuk menyampaikan aspirasi dan menunjukkan kepedulian tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina, Minggu (4/5).

Aksi Bela Palestina di Sumbar ini diawali dengan long march dari Masjid Raya Sumbar menuju La­pa­ngan Kantor Gubernur. Sejak pagi hari, massa yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, tokoh agama, perwakilan organisasi ma­sya­rakat, hingga masyara­kat umum, telah berkum­pul dan bergerak bersama menuju Kantor Gubernur.

Sambil berjalan, mere­ka mengumandangkan tak­bir, membawa bendera Pales­tina dan Indonesia, serta membentangkan ber­bagai spanduk dan poster yang berisi dukungan ke­merde­kaan Palestina dan ke­caman terhadap ag­resi yang terja­di. Setibanya di ha­laman Kantor Gu­bernur, orasi-orasi dari ber­bagai tokoh menyampaikan pesan per­satuan dan du­kungan kema­nusiaan untuk Palestina.

Mereka menyerukan diakhirinya segala bentuk kekerasan dan penjajahan, serta mendesak adanya solusi yang adil dan damai bagi konflik yang telah berlangsung lama ini. Ha­dir menyampaikan orasi di Hadir memberikan seruan solidaritas di antaranya Gubernur Sumbar Mah­yeldi bersama istri Harneli Bahar, mantan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Anggota DPR RI Nevi Ir­wan Prayitno dan Rahmat Saleh, Anggota DPD RI Muslim Yatim, Ketua PW Muham­madiyah Sumbar Bachtiar, dan Ketua PW Nahdlatul Ulama Sumbar Ganefri, serta tokoh-tokoh lainnya.

Selain orasi, aksi soli­daritas ini juga diisi dengan penggalangan donasi seca­ra terbuka. Antusiasme ma­syarakat untuk me­nyum­bangkan sebagian rezeki­nya demi membantu sau­dara-saudara di Palestina terlihat sangat tinggi.

Dana yang terkumpul mencapai angka Rp1,5 mi­liar. Di antaranya dari ang­gota DPD RI Muslim M Yatim sebesar Rp100 juta, dari Yayasan Ar Risalah Rp100 juta, dari sekolah ICBS Rp125 juta, dari 16 OPD lingkup Pemprov Sum­bar Rp100 juta, dan lainnya. Donasi tersebut nantinya akan disalurkan melalui lembaga kema­nusiaan terpercaya.

Gubernur Mahyeldi da­lam orasinya menegaskan bahwa wajib hukumnya memberikan pembelaan untuk kemerdekaan Pales­tina. Mahyeldi juga me­nyampaikan dukungan ke­pada pemerintahan Presi­den Prabowo untuk lebih aktif memberikan duku­ngan pada Palestina.

“Mudah-mudahan aksi dan semangat kebersa­maan kita hari ini akan lebih meyakinkan Peme­rintah Republik Indonesia untuk teyap memberikan dukungan yang lebih baik, lebih nyata untuk ke­mer­dekaan Palestina,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi menegaskan bahwa Sumatra Barat me­miliki sejarah panjang da­lam memperjuangkan kea­dilan dan kemanusiaan.

“Kami berdiri bersama rakyat Palestina, tidak ha­nya dengan kata-kata, te­tapi dengan tekad dan tin­dakan nyata,” ujarnya lan­tang disambut sorakan dan takbir massa.

Diakhir orasinya, gu­bernur juga menyampai­kan 10 butir pernyataan sikap masyarakat Sumbar diikuti oleh seluruh peserta aks,  di antaranya komit­men memberikan kontri­busi terbaik demi mendu­kung perjuangan pembe­basan Al Aqsa dan kemer­dekaan Palestina. Kemu­dian, menolak normalisasi hubungan dengan zionis israel yang telah nyata melakukan kejahatan ke­ma­nusiaan.  Serta, mem­per­kuat gerakan boikot produk dan perusahaan yang mendukung entitas zionis israel.

Sepuluh poin sikap ter­sebut mencerminkan pe­nolakan terhadap segala bentuk penjajahan, keca­man terhadap kekerasan zionis Israel, serta ko­mitmen Sumbar dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui aksi kemanusiaan, boikot ekonomi, dan doa yang terus mengalir.

Pernyataan tersebut juga memuat desakan ter­ha­dap negara-negara du­nia, termasuk Amerika Serikat dan Mesir, untuk mengambil langkah konk­ret dalam menghentikan agresi dan membuka akses bantuan kemanusiaan.

“Mari kita dukung ma­syarakat Palestina untuk mendapatkan keadilan di tanah mereka. Masyarakat Indonesia dan Sumbar mem­punyai ikatan yang sangat kuat dengan bumi perjuangan bumi Pales­tina,” ujar Buya Mahyeldi.

Sementara itu, Ang­gota Komisi II DPR RI, Rah­mat Saleh dalam orasinya menyerukan pentingnya menjaga semangat solida­ritas dan perjuangan mem­bela kemerdekaan Pales­tina sebagai tanggung ja­wab bersama seluruh ele­men bangsa. Ia mene­gas­kan bahwa dukungan ter­hadap Palestina tidak boleh dianggap sebagai agenda kelompok tertentu, melain­kan menjadi sikap bersama rakyat Indonesia yang telah lama menjadi kon­sensus nasional.

“Perjuangan membela kemerdekaan Palestina bukan milik satu partai atau ormas saja. Ini adalah perjuangan seluruh bangsa Indonesia yang men­jun­jung tinggi nilai kemanu­siaan dan keadilan,” kata Rahmat di hadapan massa aksi.

Ia menyatakan, sikap politik Indonesia terhadap Palestina sudah sangat jelas, yakni mendukung penuh kemerdekaan bang­sa tersebut sebagaimana amanat konstitusi. Menu­rut­nya, di parlemen, selu­ruh fraksi sepakat tanpa perbedaan dalam mem­per­juangkan hak-hak rak­yat Palestina.

“Di DPR RI, tidak ada perbedaan sikap dalam isu ini. Semua fraksi, baik di DPR maupun DPD, sepakat dalam mendukung kemer­dekaan Palestina. Ini bukan soal ideologi, tapi soal kemanusiaan,” katanya.

Rahmat juga mendo­rong agar upaya diplomasi Indonesia terus diperkuat, baik di tingkat bilateral maupun melalui forum-forum internasional seperti OKI dan PBB. Selain itu, ia menilai peran masyarakat melalui solidaritas publik sangat penting dalam memberikan tekanan mo­ral terhadap kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Dirinya turut meng­ap­re­siasi langkah berbagai ele­men masyarakat di Sum­bar yang aktif meng­galang bantuan kemanu­siaan untuk Palestina. Rah­mat me­nye­but, gerakan solidaritas ini sebagai ben­tuk nyata kepe­dulian dan keberpihakan rakyat Indonesia terhadap nilai kemer­dekaan dan hak asasi ma­nusia.

“Ini bukan hanya seka­dar simpati. Ini adalah bentuk nyata solidaritas dan keberpihakan kita pa­da nilai-nilai kemerdekaan dan hak asasi manusia. Sa­ya berharap semangat mem­­bela Palestina tidak berhenti di momentum aksi semata. Kita harus terus jaga api solidaritas ini. Ja­ngan sampai padam. Ini bu­kan isu musiman, ini per­juangan kemanusiaan,” katanya.

Momentum penting lain­nya dalam aksi ini adalah penandatanganan petisi. Petisi tersebut berisi seruan kepada pemerintah Indonesia dan dunia internasional untuk lebih aktif dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina dan meng­hentikan segala bentuk pelanggaran hak asasi ma­nusia.  Ribuan peserta antusias membubuhkan tanda tangan sebagai ben­tuk dukungan nyata.

Aksi solidaritas ini ber­jalan dengan tertib dan aman hingga usai. Para peserta membubarkan diri dengan damai setelah me­nyampaikan aspirasi dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu kema­nusiaan global. Aksi Soli­daritas Sumbar Bersama Palestina ditutup dengan doa bersama, linangan air mata, dan semangat kolek­tif untuk terus menyu­ara­kan kebebasan bagi rakyat Palestina serta pembe­basan Masjid Al-Aqsa dari belenggu penjajahan. (fan)