PADANG, METRO–Gelombang dukungan untuk Palestina terus bergema di Sumtera Barat (Sumbar). Puluhan ribu warga dari berbagai elemen masyarakat memadati halaman Kantor Gubernur Sumbar untuk menyampaikan aspirasi dan menunjukkan kepedulian tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina, Minggu (4/5).
Aksi Bela Palestina di Sumbar ini diawali dengan long march dari Masjid Raya Sumbar menuju Lapangan Kantor Gubernur. Sejak pagi hari, massa yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, tokoh agama, perwakilan organisasi masyarakat, hingga masyarakat umum, telah berkumpul dan bergerak bersama menuju Kantor Gubernur.
Sambil berjalan, mereka mengumandangkan takbir, membawa bendera Palestina dan Indonesia, serta membentangkan berbagai spanduk dan poster yang berisi dukungan kemerdekaan Palestina dan kecaman terhadap agresi yang terjadi. Setibanya di halaman Kantor Gubernur, orasi-orasi dari berbagai tokoh menyampaikan pesan persatuan dan dukungan kemanusiaan untuk Palestina.
Mereka menyerukan diakhirinya segala bentuk kekerasan dan penjajahan, serta mendesak adanya solusi yang adil dan damai bagi konflik yang telah berlangsung lama ini. Hadir menyampaikan orasi di Hadir memberikan seruan solidaritas di antaranya Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama istri Harneli Bahar, mantan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Anggota DPR RI Nevi Irwan Prayitno dan Rahmat Saleh, Anggota DPD RI Muslim Yatim, Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Bachtiar, dan Ketua PW Nahdlatul Ulama Sumbar Ganefri, serta tokoh-tokoh lainnya.
Selain orasi, aksi solidaritas ini juga diisi dengan penggalangan donasi secara terbuka. Antusiasme masyarakat untuk menyumbangkan sebagian rezekinya demi membantu saudara-saudara di Palestina terlihat sangat tinggi.
Dana yang terkumpul mencapai angka Rp1,5 miliar. Di antaranya dari anggota DPD RI Muslim M Yatim sebesar Rp100 juta, dari Yayasan Ar Risalah Rp100 juta, dari sekolah ICBS Rp125 juta, dari 16 OPD lingkup Pemprov Sumbar Rp100 juta, dan lainnya. Donasi tersebut nantinya akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan terpercaya.
Gubernur Mahyeldi dalam orasinya menegaskan bahwa wajib hukumnya memberikan pembelaan untuk kemerdekaan Palestina. Mahyeldi juga menyampaikan dukungan kepada pemerintahan Presiden Prabowo untuk lebih aktif memberikan dukungan pada Palestina.
“Mudah-mudahan aksi dan semangat kebersamaan kita hari ini akan lebih meyakinkan Pemerintah Republik Indonesia untuk teyap memberikan dukungan yang lebih baik, lebih nyata untuk kemerdekaan Palestina,” ujar Mahyeldi.
Mahyeldi menegaskan bahwa Sumatra Barat memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan.
“Kami berdiri bersama rakyat Palestina, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tekad dan tindakan nyata,” ujarnya lantang disambut sorakan dan takbir massa.
Diakhir orasinya, gubernur juga menyampaikan 10 butir pernyataan sikap masyarakat Sumbar diikuti oleh seluruh peserta aks, di antaranya komitmen memberikan kontribusi terbaik demi mendukung perjuangan pembebasan Al Aqsa dan kemerdekaan Palestina. Kemudian, menolak normalisasi hubungan dengan zionis israel yang telah nyata melakukan kejahatan kemanusiaan. Serta, memperkuat gerakan boikot produk dan perusahaan yang mendukung entitas zionis israel.
Sepuluh poin sikap tersebut mencerminkan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan, kecaman terhadap kekerasan zionis Israel, serta komitmen Sumbar dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui aksi kemanusiaan, boikot ekonomi, dan doa yang terus mengalir.
Pernyataan tersebut juga memuat desakan terhadap negara-negara dunia, termasuk Amerika Serikat dan Mesir, untuk mengambil langkah konkret dalam menghentikan agresi dan membuka akses bantuan kemanusiaan.
“Mari kita dukung masyarakat Palestina untuk mendapatkan keadilan di tanah mereka. Masyarakat Indonesia dan Sumbar mempunyai ikatan yang sangat kuat dengan bumi perjuangan bumi Palestina,” ujar Buya Mahyeldi.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI, Rahmat Saleh dalam orasinya menyerukan pentingnya menjaga semangat solidaritas dan perjuangan membela kemerdekaan Palestina sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak boleh dianggap sebagai agenda kelompok tertentu, melainkan menjadi sikap bersama rakyat Indonesia yang telah lama menjadi konsensus nasional.
“Perjuangan membela kemerdekaan Palestina bukan milik satu partai atau ormas saja. Ini adalah perjuangan seluruh bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan,” kata Rahmat di hadapan massa aksi.
Ia menyatakan, sikap politik Indonesia terhadap Palestina sudah sangat jelas, yakni mendukung penuh kemerdekaan bangsa tersebut sebagaimana amanat konstitusi. Menurutnya, di parlemen, seluruh fraksi sepakat tanpa perbedaan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.
“Di DPR RI, tidak ada perbedaan sikap dalam isu ini. Semua fraksi, baik di DPR maupun DPD, sepakat dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Ini bukan soal ideologi, tapi soal kemanusiaan,” katanya.
Rahmat juga mendorong agar upaya diplomasi Indonesia terus diperkuat, baik di tingkat bilateral maupun melalui forum-forum internasional seperti OKI dan PBB. Selain itu, ia menilai peran masyarakat melalui solidaritas publik sangat penting dalam memberikan tekanan moral terhadap kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Palestina.
Dirinya turut mengapresiasi langkah berbagai elemen masyarakat di Sumbar yang aktif menggalang bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Rahmat menyebut, gerakan solidaritas ini sebagai bentuk nyata kepedulian dan keberpihakan rakyat Indonesia terhadap nilai kemerdekaan dan hak asasi manusia.
“Ini bukan hanya sekadar simpati. Ini adalah bentuk nyata solidaritas dan keberpihakan kita pada nilai-nilai kemerdekaan dan hak asasi manusia. Saya berharap semangat membela Palestina tidak berhenti di momentum aksi semata. Kita harus terus jaga api solidaritas ini. Jangan sampai padam. Ini bukan isu musiman, ini perjuangan kemanusiaan,” katanya.
Momentum penting lainnya dalam aksi ini adalah penandatanganan petisi. Petisi tersebut berisi seruan kepada pemerintah Indonesia dan dunia internasional untuk lebih aktif dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina dan menghentikan segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Ribuan peserta antusias membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan nyata.
Aksi solidaritas ini berjalan dengan tertib dan aman hingga usai. Para peserta membubarkan diri dengan damai setelah menyampaikan aspirasi dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu kemanusiaan global. Aksi Solidaritas Sumbar Bersama Palestina ditutup dengan doa bersama, linangan air mata, dan semangat kolektif untuk terus menyuarakan kebebasan bagi rakyat Palestina serta pembebasan Masjid Al-Aqsa dari belenggu penjajahan. (fan)






