METRO SUMBAR

Bersama Gubernur dan Wagub Sumbar, Menteri PU Groundbreaking Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik

1
×

Bersama Gubernur dan Wagub Sumbar, Menteri PU Groundbreaking Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik

Sebarkan artikel ini
GROUNDBREAKING FLYOVER— Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo melakukan groundbreaking pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Tahap I di lokasi stokpile Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan, Sabtu (3/5).

PADANG, METRO–Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Tahap I di lokasi stokpile Lubuk Paraku, Kecamatan Lubuk Kilangan, Sabtu (3/5). Groundbreaking ini pun menandai akan terwujudnya mimpi masyarakat untuk menikmati jalur transportasi yang aman, nyaman, dan berdampak besar dalam memacu roda perekonomian.

Dalam agenda pembangunan bersejarah di Sumbar kali ini, Menteri PU turut didampingi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah – Vasko Ruseimy; Anggota DPR RI seperti Andre Rosiade dan Zigo Rolanda, jajaran Bupati/Wali Kota, jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota, To­koh Masyarakat, serta pim­pinan instansi vertikal dan BUMN/BUMD di Sumbar

Dalam sambutannya, Menteri PU menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah ra­wan bencana seperti Sumbar harus dilakukan de­ngan sangat hati-hati, dan dengan memperhatikan standar keselamatan tertinggi. Ia pun menyadari, bahwa pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik akan mewati proses yang cukup panjang, termasuk dalam penyelesaian segala hal yang terkait dengan pembebasan lahan.

“Tapi insyaallah, konstruksiya bisa dimulai ta­hun ini. Selain itu, karena Sumbar termasuk wilayah rawan gempa, maka semua konstruksi harus didesain tahan gempa dan wajib bersertifikat. Ini penting karena ini soal keselamatan masyarakat,” ujar Men­teri Dody.

Ia juga menjelaskan, bahwa Fly Over Sitinjau Lauik dibangun di bawah skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan dukungan ketersediaan layanan. Ada pun fokus utama dalam pembangunan ini adalah mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di jalur ekstrem Si­tinjau Lauik yang merupakan jalan nasional penghubung utama antara Kota Padang dengan Kabupaten Solok.

Lewat pembangunan fly over ini, sambung Dody, diharapkan arus kenda­raan dapat melintas de­ngan lancar, waktu dan ja­rak tempuh dapat lebih singkat, dan keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin. Selain itu, proyek ini juga diyakini akan menghadirkan dampak positif bagi sektor ekonomi lokal, serta bagi pelaku usaha secara luas.

“Kita juga meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar untuk me­nyiapkan rest area yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di jalur ini nantinya. Kita ingin ma­syarakat sekitar merasakan manfaat dari proyek ini. UMKM bisa berkem­bang, dan eko­nomi lebih bergerak,” katanya lagi.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan, bahwa Pemprov telah membentuk tim percepatan untuk memastikan ke­lancaran dalam setiap ta­hapan dalam pembangu­nan Fly Over Sitinjau Lauik. Ia juga menyebutkan, bahwa pengukuran lahan seluas 11,1 hektare oleh Ba­dan Pertanahan Nasional (BPN) sudah hampir dirampungkan

“Kita sudah koordinasi dengan BPN terkait dengan pembebasan lahan. Surat ke kementerian juga sedang disiapkan, begitu pun ke DPR RI, agar sama-sama kita mendorong percepatan pembangunan Fly Over ini,” ucap Gubernur Mahyeldi.

Di waktu bersamaan, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa kebe­radaan Fly Over Sitinjau Lauik bukan hanya penting untuk keselamatan masya­rakat dalam berkendaraan, tetapi juga sangat penting untuk le­bih menggerakkan roda pere­konomian di Ranah Minang.

“Ini bukti nyata komitmen Presiden Prabowo terhadap pembangunan di Sumbar. Kita targetkan tahap pertama selesai 2027, lalu dilanjutkan tahap ke­dua sampai 2029. Kami di DPR siap untuk mengawal secara penuh,” tegas Andre. (fan)