AGAM/BUKITTINGGI

Guru Tidak Hanya Fasilitator, Tapi Juga Mentor dan Konselor Bagi Murid

0
×

Guru Tidak Hanya Fasilitator, Tapi Juga Mentor dan Konselor Bagi Murid

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO–Presiden RI, Prabowo Subianto berkomitmen membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat, sebagai aktor dan agen perubahan untuk mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur.

Bahkan Presiden Pra­bowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Melalui pendidikan, Presiden berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan.

Demikian kutipan pidato Menteri Pendidikan Da­sar dan Menengah Republik Indonesia, yang disampaikan Bupati Agam, Benni Warlis dalam upacara pe­ringatan Hari Otonomi Da­erah dan Hardiknas, di halaman Kantor Bupati Agam, Jumat (2/5).

Dalam pidato itu mengatakan, Presiden bertekad memajukan pendidikan me­lalui revitalisasi sarana-prasarana pendidikan, pembelajaran digital dan peningkatan kualitas.

Kemudian kualifikasi, peningkatan kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, kompetensi dan ke­sejahteraan.

“Dengan upaya itu, gu­ru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban,” katanya.

Guru tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran, tetapi juga mentor dan konselor para murid. Guru senantiasa berada di sisi para murid dalam suka dan duka, serta memandu para muridnya mencapai cita- cita luhur.

“Pemerintah sebagai penyelenggara negara ti­dak dapat bekerja sendiri, karena keterbatasan sumber daya dan sumber da­na,” sebut bupati dalam pidato menteri.

Dengan begitu, perlu dukungan dan partisipasi semesta agar pendidikan sebagai layanan publik, dapat berperan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat.

Sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Da­sar dan Menengah telah melakukan langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu.

“Secara manajerial, kementerian telah memperbaiki tata kelola, pembinaan dan kinerja guru. Secara kurikuler, telah mene­rapkan pembelajaran mendalam, pemberlakukan tes kemampuan akademik, serta pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial,” terangnya.

Secara pedagogis, da­lam membentuk karakter kementerian membuat tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi.

Kemudian gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat, program pagi ceria yang meliputi Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdo’a bersama. “Untuk tingkatan pendidikan TK juga diluncurkan album kicau yang berisikan lagu anak -anak,” katanya lagi. (pry)