PADANG, METRO–Sebagai pejabat publik seorang notaris harus memiliki prinsip kehati hatian dalam menunaikan pengabdian. Jika tidak memiliki sikap kehati hatian maka seorang notaris bisa terjerumus dalam permasalahan berkepanjangan.
Demikian pernyataan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Provinsi Jawa Timur Harris Sukamto SH. MH, saat Pelantikan/pengambilan Sumpah Notaris baru se Provinsi Jawa Timur, termasuk salahseorang putri terbaik Sumatera Barat, bernama Aizizia Puteri Imansyah SH. MKn. Alumni Universitas Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat, Selasa (29 /4) di Convention Hall Gedung Dyandra, Surabaya.
Harris Sukamto mengingatkan bahwa kegiatan pembekalan yang diikuti oleh notaris yang akan dipraktikkan sehari sebelumnya merupakan kunci awal yang diberikan narasumber untuk keberhasilan notaris yang ditebar ke seluruh kabupaten dan kota se Jawa Timur.
“Notaris harus memahami budaya masyarakat suatu daerah, mengenal teritorial dan mengenal perilaku warganya,” ujar Haris mengingatkan.
Semakin tinggi ilmu pengetahuan, semakin canggih pula kualitas kriminalitas yang terjadi.
Orang jahat dan orang nakal itu ada dimana mana, notaris jangan sampai terjebak dalam permainan hukum yang diciptakan para penjahat, ditambah Haris Sukamto yang pernah bertugas di Sumatera Barat sebagai Kanwil Kemenkum.
Notaris yang dilantik dan diambil sumpahnya berjumlah sebanyak 356 orang. Salah satu diantaranya Aizizia Puteri Imansyah SH. MKn. Alumni Universitas Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat.
Gadis minang putri kesayangan Syaharman Zanhar/ drg. Cici Syaharman MMkes itu ditempatkan di Kabupaten Banyuwangi. Azi panggilan akrab alumni FHUK Unand ini juga dikenal sebagai notaris termuda dalam perangkatan notaris kali ini di Jawa Timur.
“Alhamdulillah, suatu kebangaan yang kami miliki dan Sumbar miliki atas dilantiknya Aizizia Puteri Imansyah sebagai salahseorang Notaris baru di Provinsi Jawa Timur,” ujar Syaharman Zanhar. (ped)






