BERITA UTAMA

Di Depan Ratusan Ribu Buruh, Presiden Prabowo Janjikan Penghapusan Outsourching

0
×

Di Depan Ratusan Ribu Buruh, Presiden Prabowo Janjikan Penghapusan Outsourching

Sebarkan artikel ini
PERAYAAN HARI BURUH— Presiden Prabowo Subianto menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (1/7).

JAKARTA, METRO–Presiden Prabowo Subianto menjanjikan sejumlah program yang diharapkan memperbaiki kualitas hidup buruh. Hal itu dia sampaikan saat menghadiri perayaan hari buruh nasional di Monas, Jakarta, Kamis (1/5). “Saya ingin beri hadiah,” kata Prabowo disambut riuh kaum buruh.

Hadiah pertama, Prabowo menjanjikan untuk membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional yang terdiri dari tokoh-tokoh pimpinan buruh. Lembaga ini, akan mempelajari keadaan buruh dan memberikan masukan kepada presiden. “Menasehati presiden mana undang-undang yang ga beres,” imbuhnya.

Hadiah kedua, adalah membentuk satuan Tugas PHK. Dengan Satgas tersebut, dia berharap pekerja tidak mengalami PHK dengan semena-mena. “Bila perlu, negara akan turun tangan,” tuturnya.

Baca Juga  Sempat Dikuasai Mantan Suami WNA, Hakim Kabulkan Gugatan Febi Scurrah Atas Kepemilikan Rumah

Di level regulasi, Prabowo juga menjanjikan dua Rancangan Undang-undang (RUU yang akan melin­dungi kelas pekerja. Yakni RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan RUU Perlindungan Pekerja yang bekerja di laut, perikanan dan kapal.

Untuk RUU PPRT, Prabowo mengaku sudah berko­mu­nikasi dengan pimpinan DPR. “Minggu depan RUU ini akan segera dibahas,” kata dia. Presiden berharap akan tuntas dalam tiga bulan.

Lebih lanjut, Prabowo juga akan mengkaji adanya pahlawan nasional dari tokoh buruh. Diakuinya, hingga saat ini belum ada. Salah satu nama yang dipertim­banhkan adalah almarhum Marsinah.

Baca Juga  Berhari-hari Tak Pulang, Petani Karet Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun

Namun, dirinya akan meminta masukan. Jika pimpinan buruh setuju, Prabowo siap memberikannya. “Saya akan mendukung Marsinah sebagai pahlawan nasional,” tuturnya.

Selanjutnya, dia juga akan mengkaji opsi peng­ha­pusan sistem kerja outsourching. Meski diakuinya, kajian itu harus dipikir matang karena perlu menjaga kepentingan investor. Untuk itu, dirinya berencana menemukan 150 pimpinan buruh dengan 150 pengu­sa­ha untuk duduk bersama.

Yang jelas, Prabowo menekankan, pengusaha tidak boleh kaya sendiri. “Saudara-sandara tidak boleh mau kaya sendiri tanpa mengajak pekerja dengan baik,” kata dia. (jpg)