PADANG, METRO–Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang kembali melaksanakan pelatihan untuk menekan angka pengangguran yang fokus kepada bidang tata boga. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Hayam Wuruk pada Senin (28/4), dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Kota Padang.
Kegiatan yang termasuk dalam program 100 hari kerja Pemko Padang tersebut menggandeng lembaga pelatihan Royal Asia dan Kanaya, yang dikenal berkompeten dalam bidang tersebut. Peserta tampak antusias mengikuti setiap materi yang diberikan.
Kabid Penempatan, Pelatihan, dan Produktivitas (Pentalatas) Disnakerin Kota Padang, Widia Afrianti, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh sekitar 40 generasi muda. Ia menuturkan bahwa program pelatihan ini merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di daerah.
“Sejak Januari hingga April ini, sudah ada 80 orang yang telah kami latih. Tentu saja, harapan kita adalah melalui pelatihan ini, angka pengangguran di Kota Padang dapat terus ditekan,” ungkap Widia.
Widia menjelaskan bahwa tingginya angka pengangguran di kalangan pemuda Kota Padang menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, pemerintah terus mengadakan berbagai pelatihan keterampilan, mulai dari pelatihan bengkel, menjahit, hingga tata boga, sesuai dengan minat dan bakat peserta.
Chef Ruslan, pendiri Kanaya, saat diwawancarai menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk para peserta. Menurutnya, pelatihan ini memberikan kesempatan emas bagi generasi muda untuk menimba ilmu khususnya dalam dunia tata boga, yang ke depannya bisa menjadi modal untuk berwirausaha atau bekerja di industri kuliner.
Sejalan dengan itu, Arisman, perwakilan dari Royal Asia, juga mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menilai bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membuka wawasan peserta tentang peluang bisnis di bidang kuliner.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya siap bekerja, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Dengan berjalannya program ini, diharapkan ke depan semakin banyak pemuda Kota Padang yang memiliki keterampilan dan siap bersaing di dunia kerja maupun membuka usaha mandiri, sehingga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. (brm)






