PARIAMAN, METRO–Untuk lebih mengembangkan ilmu di dunia pendidikan berbasis agama, TK IT Attin Sumata Barat Kota Pariaman mengadakan kegiatan peletakan batu pertama bangunan TK Attin Sumbar yang langsung dilakukan oleh Walikota Pariaman Yota Balad, didampingi oleh Ketua Yayasan Islam Attin Indonesia Kota Pariaman Rian Eka Putra.
Peletakan batu pertama TK ATTIN Sumbar Kota Pariaman yang sudah terakreditasi B ini dilaksanakan di Desa Rawang Komplek Perumahan Rawang Green City Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman, yang juga dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher, Kepala Pengawas TK Kota Pariaman, perangkat Desa Rawang, wali murid, dan tokoh masyarakat.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengucapan selamat dan berikan apresiasi kepada TK Attin yang sudah berhasil mengembangkan pendidikan di Kota Pariaman, sehingga mampu untuk membangun gedung sekolah sendiri di tanah yang mempunyai luas sebesar 521 meter persegi ini.
“Kami Pemerintah Kota Pariaman sangat mensuport sekali dengan bertambahnya sekolah swasta di Kota Pariaman seperti TK Attin yang visi misinya sesuai dengan visi misi kami Balad-Mulyadi, untuk memajukan Kota Pariaman sebagai Kota Pendidikan , tujuan wisata yang religius, maju, mandiri, kreatif, berbasis agama dan budaya,” ungkap Yota Balad.
Yota Balad mengatakan bahwa peletakan batu pertama ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras para pengurus, para panitia dan partisipasi dari berbagai pihak, baik berupa pikiran, tenaga dan materi demi terwujudnya pembangunan gedung ini.
“Mudah-mudahan pembangunan gedung ini cepat selesainya. Kami akan selalu mendukung dan support apapun bentuk kegiatan di Kota Pariaman ini apalagi di bidang pendidikan karena itu adalah tugasnya pemerintah daerah, dan kami tidak punya niat sedikitpun untuk mematikan usaha swastanisasi yang ada di Kota Pariaman ini,” tegas Yota Balad.
Yota Balad juga berpesan kepada Hertati Taher, untuk bisa membuat sekolah unggul di Desa/Kelurahan yang ada di Kecamatan Kota Pariaman, sehingga anak-anak dan orang tuanya tidak akan rebutan untuk masuk ke sekolah yang diunggulkan karena sudah banyak pilihan sekolah unggul untuk mereka masuki di wilayah tempat tinggal mereka sendiri. (efa)






