BERITA UTAMA

Parah! Oknum Camat dan Staf Kepergok  Selingkuh, Digerbek Istri Sah saat Berduaan di Rumah, Langsung Dicopot, Wali Kota Minta Maaf

0
×

Parah! Oknum Camat dan Staf Kepergok  Selingkuh, Digerbek Istri Sah saat Berduaan di Rumah, Langsung Dicopot, Wali Kota Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
BERIKAN KETERANGAN— Sekda Kota Padang, Andree Algamar didampingi Kasat Pol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra (kiri) saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (27/4).

PADANG, METRO —Diduga terlibat dalam kasus asusila, seorang oknum camat di lingkungan Pemerintah Kota Padang, dan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya langsung dinonaktifkan dari jabatannya.

Kedua oknum tersebut, yakni Camat Padang Selatan berinisial AMP dan ASN berinisial NG (27) sempat diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang usai diduga digerebek oleh istri sah sang oknum camat bersama warga pada Sabtu (26/4) malam.

Peristiwa penggerebekan yang menghebohkan ini terjadi di rumah camat AMP di kawasan Tanjung Saba, Kecamatan Lubuk Bega­lung. Ketika digerebek istri sahnya itu, oknum camat berinisial AMP dilaporkan tengah berduaan dengan selingkuhannya, yang bela­kangan diketahui juga me­ru­pakan oknum ASN beri­nisial NG dan bertugas di kantor camat yang sama.

Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Algamar, yang mengetahui peng­gerebakan tersebut, lang­sung mendatangi Mako Satpol Padang.  Andree membenarkan adanya pe­ristiwa tersebut.

“Keduanya (AMP dan NG) diamankan di rumah pribadi oknum camat, yang berlokasi di kawasan Tan­jung Saba Pitameh Nan XX, Kecamatan Lubuk Bega­lung,” ujar Andree Alga­mar, dalam keterangan res­minya kepada warta­wan, di Mako Satpol PP, Minggu dinihari (28/4).

Dijelaskan Andree, saat ini, keduanya tengah men­jalani pemeriksaan intensif oleh tim dari Pemerintah Kota Padang. Sebagai lang­kah tegas, Pemko Padang langsung menonaktifkan Camat Padang Selatan dari jabatannya.

“Mulai malam ini (Sab­tu), Camat Padang Selatan AMP kami nonaktifkan un­tuk menjalani pemerik­saan khusus. Sesuai ara­han pak Wali Kota, terhi­tung malam ini menon­aktifkan Camat Padang Selatan dan PNS tersebut dalam rangka pemerik­saan khusus oleh tim gabu­ngan, mulai tim ad hoc, BKPSDM dan inspekto­rat,” ujar Andree Algamar.

Andree mengatakan, dugaan perselingkuhan ini membuat Wali Kota Pa­dang Fadly Amran geram. Pemko Padang sangat me­nyesalkan kejadian ini. “Kami akan memberikan informasi setiap perkem­bangan. Tentu kami tidak mentolerir pelanggaran berat seperti ini,” ung­kapnya.

Ia menegaskan, Peme­rintah Kota Padang tidak akan mentolerir tindakan indisipliner, terutama yang dapat mencoreng nama baik institusi. “Persoalan ini masih dalam proses pe­nye­lidikan lebih lanjut. Kami sangat menya­yang­kan ke­ja­dian ini,” tegasnya.

Diketahui AMP sendiri digerebek oleh istrinya sedang berduaan dalam rumah mereka. Saat itu, sang istri pamit pulang kampung bersama anak-anaknya.

Namun lantaran curiga, ia pun segera kembali dari kampung dan mendapati sang suami sedang bersa­ma NG di dalam rumah. Hal itu kemudian diberita­hu­kan kepada warga dan perangkat RT setempat hingga dilakukan peng­gerebekan.

Sementara itu, dalam ke­terangan resminya, Ming­gu (27/4),  Wako Fadly Amran menegaskan bah­wa proses penegakan di­siplin akan dilaksanakan dengan profesional, pro­porsional, dan terbuka.

“Kami berkomitmen untuk menegakkan aturan. Jika ada dugaan pelang­garan, penindakan akan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami juga akan menyampaikan perkembangan pemerik­saannya secara terbuka,” tegas Fadly Amran dalam ke­terangan tertulis, Ming­gu (27/4).

Fadly Amran juga me­nginformasikan bahwa ter­hitung Minggu (27/4) dini hari, AMP telah dino­nak­tifkan dari jabatannya.

“Setelah pemeriksaan awal di Mako Satpol PP, diputuskan pada malam itu juga untuk menonaktifkan yang bersangkutan agar dapat menjalani pemerik­saan lebih lanjut oleh Tim Pemeriksa Khusus dari BKPSDM dan Inspektorat,” tambahnya.

Fadly juga memastikan bahwa jalannya pemerin­tahan tidak akan tergang­gu. Jabatan Camat Padang Selatan sementara ini akan diemban oleh Sekcam Pa­dang Selatan selaku Pelak­sana Tugas (Plt).

Di akhir pernyataan­nya, Fadly Amran me­nyampaikan permohonan maaf kepada warga Kota Padang atas kegaduhan yang ditimbulkan.

“Kami mohon maaf ke­pada warga Kota Padang atas kegaduhan ini. Na­mun, Pemko Padang berko­mit­men untuk menun­tas­kan permasalahan ini. Ma­ri kita tunggu hasil peme­riksaan agar data dan fakta yang valid dapat dipero­leh,” tu­tup Fadly Amran. (brm)