BARCELONA menegaskan bahwa mereka memang mendominasi Copa del Rey. Pada ajang final turnamen yang juga disebut Piala Raja Spanyol itu, Barcelona menang 3-2 atas Real Madrid pada Minggu (27/4) di Estadio La Cartuja, Seville.
Kemenangan dalam el clasico itu membuat Barcelona kini mengemas 32 titel Copa del Rey. Capaian itu membuat Blaugrana kian susah dikejar tim lain di ajang Copa del Rey. Penguntit terdekatnya Athletic Bilbao baru menang 24 kali.
Barcelona memastikan kemenangan baru pada babak tambahan waktu. Kedua tim bermain sama kuat 2-2 di waktu 90 menit.
Tiga gol Barcelona disumbangkan Pedri (28’), Ferran Torres (84’), dan Jules Kounde (116’). Sementara gol Real disumbangkan Kylian Mbappe (70’) dan Aurelien Tchouameni (77’).
Tingginya laga pertandingan klasik itu membuat wasit Ricardo de Burgos mengeluarkan delapan kartu kuning dan dua kartu merah. Dua kartu merah itu diberikan kepada dua pemain Real, Antonio Rudiger (120+3’) dan Lucas Vazquez (120+4’).
Di akhir laga, kedua pemain yang ada di pinggir lapangan itu melakukan protes keras dan masuk ke lapangan saat rekannya Mbappe melanggar bek Barcelona Eric Garcia. Dalam laporan Football Espana, Rudiger bahkan melempar benda ke arah ofisial pertandingan.
Kemenangan ini terasa semakin spesial setelah Barcelona sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Pedri yang membuka keunggulan bagi Barcelona. Namun, Real Madrid tidak menyerah begitu saja. Dua gol cepat dari Kylian Mbappe dan Aurelien Tchouameni membalikkan keadaan dan membawa Madrid unggul 2-1. Meski demikian, Barcelona menunjukkan semangat juang tinggi dan tidak pernah kehilangan harapan.
Pada menit ke-84, Ferran Torres berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, membawa pertandingan menuju perpanjangan waktu. Di babak tambahan, Jules Kounde muncul sebagai pahlawan dengan golnya yang tercipta setelah menerima umpan dari Lamine Yamal. Tendangan Kounde yang akurat mengalahkan Thibaut Courtois, memberikan Barcelona kemenangan 3-2 yang dramatis.
Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, enggan mengomentari keputusan wasit dan lebih memilih fokus pada permainan timnya. Sementara itu, pelatih Barcelona, Hansi Flick, merayakan kemenangan ini sebagai pencapaian luar biasa dalam karier kepelatihannya, mengingat ini adalah trofi pertama yang diraih Flick bersama Barcelona.
Kemenangan ini membuka jalan bagi Barcelona untuk meraih quadruple musim ini, setelah sebelumnya memenangkan La Liga dan Piala Super Spanyol. Dengan kemenangan Copa del Rey, mereka tetap berada dalam jalur untuk meraih gelar-gelar besar lainnya, termasuk Liga Champions dan La Liga.
Selanjutnya, Barcelona akan mempersiapkan diri untuk menghadapi Inter Milan di semifinal Liga Champions pada hari Rabu mendatang. Tak kalah menarik, Barcelona dan Real Madrid akan bertemu kembali di La Liga pada bulan Mei, dalam laga yang bisa menjadi penentu gelar juara liga.
Kemenangan dramatis ini akan dikenang sebagai salah satu momen penting dalam perjalanan Barcelona musim ini, sekaligus menambah ketegangan dalam rivalitas abadi antara Barcelona dan Real Madrid. (*/rom)






