JAKARTA, METRO–Kerja sama dalam bidang pendidikan secara global terus dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi warga negara Indonesia (WNI). Salah satunya dilakukan LSPR Institute yang membangun kerja sama dengan Kyungwoon University, Korea Selatan.
Diungkapkan Dr.(H.C) Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR selaku Founder & CEO LSPR Institute, kerja sama dengan Kyungwoon University merupakan langkah strategis bagi LSPR Institute untuk memperluas jaringan internasional dan memberikan akses pendidikan berkualitas kepada warga negara Indonesia di Korea Selatan. Kehadiran kantor perwakilan ini diharapkan dapat mendekatkan LSPR dengan mereka yang membutuhkan program pendidikan jarak jauh, serta memperkuat kolaborasi antar institusi dalam menciptakan peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi mendatang.
Kerja sama antara LSPR Institute dan Kyungwoon University menandai langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional dan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi diaspora Indonesia di Korea Selatan, khususnya di kawasan industri Gumi. “Inisiatif ini tidak hanya memperkuat posisi LSPR Institute sebagai kampus global, kami ingin mewujudkan esensi dari kesetaraan akses pendidikan untuk semua,” ujar Prita Kemal.
Salah satu agenda yang dilakukan pada kunjungan ini, yaitu untuk meresmikan representative office LSPR Institute di Kyungwoon University. Pada kesempatan ini, Dr. Prita juga menyampaikan materi pendidikan berkebutuhan khusus di Indonesia, khususnya tentang London School Beyond Academy (LSBA) yaitu sekolah keterampilan untuk Individu Berkebutuhan khusus.
Kantor perwakilan LSPR Institute dibuat bertujuan sebagai kegiatan promosi untuk Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dari LSPR Institute untuk warga negara Indonesia yang bekerja di Korea Selatan terutama mereka yang bekerja di perusahaan multinasional di Gumi, Korea Selatan.
Selain pembukaan kantor perwakilan, ada pula sharing session dengan pemimpin dan dosen pengajar dari Kyungwoon University tentang LSBA sebagai pendidikan dan sekolah inklusif yang berbasis kebutuhan khusus. Disamping itu, LSPR Institute saat ini memiliki lembaga yang berfokus pada peningkatan kesadaran tentang autisme, yaitu London School Centre for Autism Awareness (LSCAA), dan School of Special Needs Education (SSNE) yaitu fakultas pendidikan khusus yang baru saja diresmikan.
LSPR Institute dan Kyungwoon University juga telah menandatangani perjanjian kerjasama. Ruang lingkup kerja sama ini mencakup Pelatihan Vokasi Indonesia dan Korea, Kolaborasi riset, Pelaksanaan pertemuan ilmiah, pengembangan kompetensi dan keterampilan, dan program pertukaran. Kerja sama ini berlaku selama tiga tahun ke depan.
Menanggapi kerjasama strategis ini, Zelda Wulan Kartika sebagai Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) KI Seoul menyatakan, keberadaan LSPR Institute di Korea Selatan membuka peluang bagi warga negara Indonesia untuk mengakses pendidikan berkualitas di bidang komunikasi dan bisnis, tanpa harus meninggalkan tempat tinggal dan pekerjaan mereka.
Kerja sama ini mencerminkan komitmen kedua institusi dalam menjembatani kebutuhan pendidikan di era globalisasi. “Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi diaspora Indonesia di Korea Selatan,” ujar Zelda. (jpg)






