BERITA UTAMA

WNA asal Norwegia Ditemukan Tewas Mengambang, Diduga Jatuh ke Sungai saat Bersepeda, Ada Bekas Patukan Ular di Dekat Telinga

0
×

WNA asal Norwegia Ditemukan Tewas Mengambang, Diduga Jatuh ke Sungai saat Bersepeda, Ada Bekas Patukan Ular di Dekat Telinga

Sebarkan artikel ini
TEWAS— Polisi melakukan olah TKP penemuan WNA asal Norwegia yang tewas mengambang di sungai di Nagari Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO —Warga Jorong Lubuak Ta­buan, Nagari Pangkalan, Ke­ca­matan Pangkalan, Kabupa­ten Limapuluh Kota, digem­parkan dengan penemuan se­sosok mayat pria yang me­ru­pakan warga negara asing (WNA) dengan kondisi tera­ pung di aliran sungai, Jumat (25/4) sekitar pukul 7.30 WIB.

Berdasarkan paspor yang ditemukan di lokasi, korban diketahui bernama Kielland Gabriel Wilhelm (71) yang me­rupakan WNA asal Norwegia. Korban pertama kali dite­mukan oleh seorang petani bernama Chandra yang hendak menuju kebunnya.

Saat itu, warga melihat korban terapung di dalam sungai bersama sepeda gunung yang diduga digu­nakan korban. Chandra pun dibuat kaget dengan penemuan mayat tersebut dan langsung memberita­hukan kejadian kepada Wali Nagari lalu diteruskan ke  Polsek Pangkalan.

Mendapatkan informa­si itu, petugas Polsek ber­sama Tim Identifikasi Sat­reskrim Polres Limapuluh Kota men­datangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Se­telah itu, jenazah korban dievakuasi  ke-Puskesmas Pangkalan dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayang­kara Padang untuk diau­topsi.

Baca Juga  Antar Sabu, Pemuda 18 Tahun Ditangkap

Kuat dugaan warga ne­gar­a asing itu jatuh ke dalam sungai dengan keda­laman mencapai 1 meter, saat hendak melintasi su­ngai kecil itu. Pasalnya, sehari sebelum  kejadian, warga sempat melihat ada warga negara asing yang mengenderai sepeda gu­nung yang melintas di de­pan rumahnya menuju ja­lan setapak yang biasa dilalui masyarakat untuk menuju kebun.

Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Syaiful Wachid, melalui Kasat Reskrim, Iptu Repaldi saat dikon­firmasi awak media  mem­bernarkan adanya pene­muan mayat WNA di Ke­camatan Pangkalan. Menu­rut­nya, WNA itu berjenis kelamin laki-laki.

“Berdasarkan doku­men paspor yang ditemukan di lokasi, korban berkewar­ganegaraan Norwegia. Ka­mi tengah berkoordinasi de­ngan Kedutaan Norwe­gia dan otoritas terkait un­tuk memastikan proses pe­mula­ngan jenazah dan pem­beri­ta­huan kepada pihak ke­luarga,” jelas Iptu Repaldi.

Iptu Repaldi menegas­kan, proses penyelidikan masih terus berlangsung. pihaknya ingin memas­tikan bahwa segala tinda­kan dilakukan secara pro­fesional, termasuk me­mas­tikan hak-hak korban sebagai WNA terpenuhi.

Baca Juga  Berjiwa Nasionalis, Bocah 10 Tahun Upacara Kemerdekaan di Depan Rumah

“Pmeriksaan fisik awal oleh dokter puskesmas me­ngungkap beberapa luka di tubuh korban, me­nyatakan belum ada tanda-tanda kekerasan serius. Untuk mengetahui penye­bab pasti kematian dan waktu ke­matian, jenazah direncana­kan akan dikirim ke RS Bha­yangkara guna dilakukan autopsi,” ujar dia.

Iptu Repaldi menu­tur­kan, dari hasil pemeriksaan ditemukan luka lecet di dekat telinga yang diduga bekas patukan ular dan luka memar di punggung bekas benturan. Korban diduga terjatuh dari jem­batan karena ada bekas jembatan yang rusak.

“Diduga jatuh dari jem­batan karena setelah dipe­riksa jembatannya la­puk dan ada bekas rusak se­hingga korban jatuh. Kami belum bisa memas­tikan apakah korban jatuh dulu ke sungai atau dipatuk ular terlebih dahulu karena ti­dak ada saksi,” pung­kas­nya. (uus)