METRO SUMBAR

Diskusi Penanganan Masalah Hukum, Bupati Tanahdatar Sambangi Polrestabes Makassar

0
×

Diskusi Penanganan Masalah Hukum, Bupati Tanahdatar Sambangi Polrestabes Makassar

Sebarkan artikel ini
DIALOG— Bupati Eka Putra saat dialog dengan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana.

TANAHDATAR, METRO–Bupati Eka Putra bersama Forkopimda Tanah Datar dan Padangpanjang menyambangi Polrestabes Makasar pada rangkaian silaturahmi di Kota dengan julukan Anging Mammiri yang berlangsung dari tang­gal 23-24 April 2025. Dalam kunjungannya, Bupati Tanah Datar Eka Putra dan rombongan diterima langsung oleh Kapolres­tabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, didam­pingi Wakapolrestabes Makas­sar AKBP Andi Erma Suryono, Para Pejabat Utama serta Kapolsek Jajaran Polrestabes Makassar.

Selanjutnya, Bupati Eka Putra memulai diskusi de­ngan memperkenalkan seluruh rombongan dari Ke­tua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Kapolres Tanah Datar AKBP. Nur Ichsan Septiyanto, Kapolres Padangpanjang AKBP Kar­tyana Widyarso, Dandim 0307 TD Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, Ketua Pengadilan Negeri diwakili Hakim Erwin Radon Ardi­yanto dan jajaran Pemerintah Daerah lainnya.

Kedatangan Bupati Eka Putra bersama Forkopimda Tanah Datar dan Padang­panjang ke daerah tersebut, bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi khusus Polres­tabes Makassar menanggani setiap permasalahan hukum seperti aksi unjuk rasa dan sebagainya. “Kami sengaja berkunjung Polrestabes Makasar ini, untuk mengetahui kiat khu­sus Polrestabes Makasar untuk menangani berbagai permasalahan hukum diwilayahnya. Apalagi akan menyambut May Day, ka­­mi ingin mengetahui se­hingga bisa diterapkan nantinya,” ujarnya.

Dikesempatan itu, Kapolrestabes Makasar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, penanganan permasalahan hukum di wilayahnya ditanggani secara humanis dan terukur.

“Menyambut May Day, penanggananya tiap-tiap daerah itu berbeda. Sebelum May Day di kota Ma­kasar biasanya, personil diturun tiga hari sebelum hari H, maka dari itu kami lakukan pendekatan terhadap kelompok buruh dan kelompok masyarakat yang menyikapi hal tersebut,” ujarnya.

Ia pun menyebutkan untuk tawuran dikota Ma­kasar hanya masalah-ma­salah yang sifatnya lokal sehingga mereka ekspos ke medsos sehingga me­micu timbulnya tawuran, adapun langkah petugas yaitu melakukan edukasi dan melakukan patroli di waktu rawan terjadinya tindak pidana. (ant)