AC Milan sukses melangkah ke final Coppa Italia 2025 setelah membungkam rival sekota mereka, Inter Milan, dengan skor telak 3-0 di leg kedua semifinal yang digelar di Stadion San Siro, Kamis (24/4). Kemenangan ini membuat Milan unggul agregat 4-1 dan sekaligus memupuskan mimpi treble winner Inter musim ini.
Luka Jovic tampil sebagai pahlawan kemenangan. Dua gol yang ia cetak menggandakan jumlah golnya sepanjang musim ini. Sementara Tijjani Reijnders mengunci kemenangan Milan lewat gol ketiga di menit-menit akhir.
Meski musim ini dianggap mengecewakan bagi Rossoneri, kemenangan dalam Derby della Madonnina ini memberi secercah harapan dan kebanggaan bagi para tifosi. Ini menjadi derbi kelima musim ini yang tak pernah dimenangkan Inter. Bahkan, Milan juga sebelumnya menaklukkan Inter di final Piala Super Italia pada Januari lalu.
Pelatih Milan, Sergio Conceicao, memberikan pujian khusus kepada Jovic. “Dia bekerja sangat keras dalam beberapa pekan terakhir. Dia juga kehilangan sedikit berat badan, dan itu membantu. Jovic memberi kami sesuatu yang kami butuhkan di laga ini. Setiap striker punya kualitasnya masing-masing, dan dia membuat bek lawan kesulitan,” ujar Conceicao.
Saat ini, Milan berada di peringkat kesembilan Serie A dan nyaris pasti gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Namun mereka berpeluang menutup musim dengan satu trofi jika mampu menaklukkan Bologna di final yang akan digelar di Roma bulan depan. Bologna sendiri diunggulkan setelah unggul agregat 3-0 atas Empoli menjelang leg kedua semifinal lainnya.
Jovic membuka keunggulan Milan di menit ke-38 dengan sundulan keras memanfaatkan umpan silang Alex Jimenez. Sebelumnya, Inter sebenarnya punya peluang emas lewat sepakan Lautaro Martinez dan sepakan Federico Dimarco yang membentur mistar.
Tiga menit usai jeda, Jovic kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya tercipta dari situasi bola mati setelah lini belakang Inter gagal mengantisipasi sepak pojok sederhana. Gol ini langsung membuat pelatih Inter, Simone Inzaghi, melakukan empat pergantian pemain sekaligus, namun hasilnya nihil.
Lima menit jelang waktu normal usai, Reijnders melengkapi pesta Milan lewat penyelesaian ciamik usai menerima umpan dari Rafael Leao.
Kekalahan memalukan ini menjadi pukulan berat bagi Inter Milan, yang sebelumnya masih punya harapan meraih treble seperti era Jose Mourinho pada 2010. Kini, mereka tersingkir dari Coppa Italia dan harus kembali fokus di Serie A serta semifinal Liga Champions melawan Barcelona.
“Kami belum memenangi apa pun. Masih ada final yang harus kami menangkan,” ujar Conceicao, menegaskan bahwa perjuangan belum usai.
Bagi Simone Inzaghi dan pasukannya, laga kontra AS Roma akhir pekan ini akan menjadi krusial. Jika gagal menang, mereka bisa benar-benar kehilangan momentum di tengah jadwal padat yang juga mencakup duel hidup dan mati melawan Barcelona. (jpg)






