PAYAKUMBUH/50 KOTA

Disnakerperin Gelar Pelatihan Ecoprint

0
×

Disnakerperin Gelar Pelatihan Ecoprint

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN— Kepala Disnakerperin Kota Payakumbuh Yunida Fatwa dan Kabid memperlihatkan hasil latihan bersama peserta.

POLIKO, METRO–Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Payakumbuh melalui Bidang Perindustrian menggelar kegiatan Pelatihan Ecoprint sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam bidang industri kreatif berbasis lingkungan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan lanjutan bagi pe­laku industri rumahan agar mampu menciptakan produk yang inovatif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis tinggi.

Kegiatan itu secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Payakumbuh Ny. Yeni Elzadaswarman di Aula Disnakerperin, Selasa (22/4). Dalam sambutannya, Yeni menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya pelatihan yang dinilai selaras dengan visi pengemba­ngan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Ecoprint tidak hanya memperkenalkan teknik pewarnaan alami, tetapi juga mengangkat potensi lokal serta mendukung prinsip ekonomi berkelanjutan. Saya berharap pelatihan ini dapat menjadi awal tumbuhnya usaha baru di kalangan masya­rakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang ingin mandiri secara ekonomi,” kata Yeni.

Ecoprint sendiri merupakan teknik pencetakan kain menggunakan pewarna alami yang diperoleh dari dedaunan, bunga, dan bagian tanaman lainnya. Proses ini tidak hanya minim dampak terhadap lingkungan, tetapi juga memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal.Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama, Widdiyanti dari Canting Buana, praktisi dan pelaku usaha ecoprint nasional yang telah berpengalaman membimbing komunitas perajin di berbagai daerah. Sementara itu,

Kepala Disnakerperin Kota Payakumbuh Yunida Fatwa, menyampaikan bahwa pelatihan ecoprint ini merupakan salah satu program unggulan yang sejalan dengan upaya meningkatkan keteram­pilan dan kemandirian masyarakat, khususnya di sektor industri kecil dan menengah.

“Tujuan dari pelatihan ini bukan semata untuk melatih keterampilan teknis, tetapi juga memberikan wawasan kewirausahaan, sehingga para peserta dapat mengelola produk mereka menjadi usaha yang berkelanjutan dan kompetitif di pasaran,” ujarnya.

Ke depan, Disnakerperin Kota Payakumbuh berkomitmen untuk terus memfasilitasi pelatihan-pelatihan sejenis yang menekankan aspek inovasi, keberlanjutan, dan pem­berdayaan berbasis potensi lokal.  “Dengan begitu, geliat industri kreatif di Payakumbuh diharapkan mampu tumbuh secara inklusif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan Kabid Perindustrian Elya Harmi, pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini merupakan lanjutan dari pelatihan dasar yang telah dilakukan sebelumnya.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan bahan alami, teknik pembuatan motif ecoprint yang artistik, hingga pengembangan produk seperti tas, jilbab, syal, dan home decor berbahan dasar ecoprint. “Pelatihan ini juga memberi ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi identitas visual lokal melalui motif-motif khas daerah, sehingga bisa menjadi ciri khas produk ecoprint Payakumbuh,” ucapnya.

Program ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang sebagian besar merupakan pelaku usaha kecil, ibu rumah tangga, dan anggota ke­lompok usaha perempuan.

Salah seorang peserta Roni Fitra, mengaku se­nang bisa kembali mengi­kuti pelatihan lanjutan setelah sebelumnya me­ngi­kuti pelatihan dasar ecoprint tahun lalu. “Dulu saya baru mengenal da­sarnya, sekarang jadi tahu bagaimana membuat pro­duk yang punya nilai jual. Saya ingin menjadikan ini sebagai usaha rumahan yang bisa menambah peng­hasilan,” pungkas­nya. (uus)