TOTTENHAM Hotspur menjamu Nottingham Forest dalam lanjutan Liga Inggris. Spurs harus menyerah di hadapan pendukungnya.
Tottenham vs Nottingham berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, Selasa (22/4) dini hari WIB. Spurs kalah 1-2.
Tim tamu sudah memimpin 1-0 di menit kelima. Elliot Anderson merobek gawang Spurs lewat tembakan dari luar kotak penalti.
Nottingham sempat membobol gawang Spurs lagi di menit ke-10 lewat Chris Wood. Gol itu kemudian dianulir oleh VAR karena berbau offside.
Wood akhirnya benar-benar mencetak gol di menit ke-16. Bola sundulannya berhasil membawa Nottingham memimpin 2-0.
Tottenham kesulitan untuk melepaskan tembakan ke gawang lawan. Tim tuan rumah beberapa kali mencobanya di luar kotak penalti.Tottenham tak kunjung mencetak gol di babak pertama. Spurs pun tertinggal dua gol sampai turun minum.
Nottingham dalam situasi banyak di tekan pada babak kedua. Salah satu peluang bagus Tottenham ada di menit ke-62 lewat Dejan Kulusevski, namun bola berhasil di blok sebelum masuk ke gawang.
Tottenham baru bisa mencetak gol di menit ke-87 lewat Richarlison. Nottingham mampu mempertahankan keunggulan 2-1 sampai laga tuntas.
Hasil ini membuat Nottingham kembali keempat besar dengan duduk di posisi ketiga setelah mengumpulkan 60 poin. Tottenham berada di posisi ke-16 dengan 37 poin. Namun, Spurs sudah dipastikan selamat dari zona degradasi.
Kemenangan di Stadion Tottenham Hotspur itu menjadi pelipur lara usai dua kekalahan beruntun sebelumnya, sekaligus menjaga asa Nottingham Forest untuk lolos ke Liga Champions musim depan.
Sedangkan, bagi Tottenham ini merupakan kekalahan ke-18 musim ini, dengan delapan di antaranya diderita di kandang. Dalam lima partai terakhir, Tottenham kalah empat kali dan sekali meraih poin penuh. Total kekalahan di atas mendekatkan Tottenham kepada rekor terburuk klub itu.
Sebab, Tottenham paling banyak menderita kekalahan, yakni 19 kali saat dilatih Ossie Ardiles pada musim 1993/1994. Postecoglou sudah menyamai 18 kekalahan Gerry Francis, manajer Tottenham pada 1996/1997.
Dengan lima laga tersisa, ada potensi pelatih Postecoglou mencatatkan rekor memalukam jika tak bisa membuat para pemain Tottenham bangkit. Sekalipun Tottenham sudah pasti aman dari degradasi, mereka tentu tak mau finis dekat zona merah.
Sejauh ini, perolehan poin terendah Tottenham di Premier League ada 44 pada musim 1997/1998. Itu artinya Tottenham butuh delapan poin untuk terhindari dari rekor buruk lainnya.
Persoalannya Tottenham masih menghadapi tim-tim kuat seperti Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal di pengujung musim ini. Bisakah Tottenham bangkit?
”Kami seharusnya tidak kalah di laga ini dan itu sudah sering terjadi musim ini, di mana kami malah menyulitkan diri sendiri di momen-momen penting,” ujar Postecoglou di ESPN.
”Kami frustrasi karena sejatinya kami bermain bagus. Kami lagi-lagi harus kalah. Saya tidak perlu bicara apapun ke fans. Fans memang kecewa dan kami juga marah betul,” pungkasnya. (*/ren)






