METRO PESISIR

Konsultasi Program Kebudayaan dengan Dirjen Perlindungan Kebudayaan, Wako Minta Bantuan Pendirian Museum Tabuik

0
×

Konsultasi Program Kebudayaan dengan Dirjen Perlindungan Kebudayaan, Wako Minta Bantuan Pendirian Museum Tabuik

Sebarkan artikel ini
KONSULTASI—Wali Kota Paiaman Yota Balad melakukan konsultasi program kebudayaan dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Paiaman Yota Balad, melakukan konsultasi program kebudayaan dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebu­dayaan, Restu Gunawan. Kon­sultasi ini didampingi oleh Ke­pala Dinas Pariwisata dan Ke­budayaan (Disparbud) Kota Pa­riaman Ferialdi dan Tim serta beberapa Direktur di Di­rektorat Jenderal Pelin­du­ngan Kebudayaan dan Tra­disi Ke­men­terian Kebudayaan.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Pariaman Yota Balad meminta bantuan Kemen­ter­i­an Kebudayaan untuk pen­di­rian museum tabuik serta program Kebudayaan lainya un­tuk Kota Pariaman. “Kami di Kota Pariaman terkenal de­ngan pesta budaya tabuik yang dihelat pada bulan Muharam setiap tahunya, dan menjadi pesta budaya terbesar di Su­matera Barat, untuk itu, kami meminta kepada Dirjen, agar dapat memfasilitasi pendirian Museum Tabuik ini,” ung­kap­nya.

Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya berupaya untuk terus memelihara dan  me­lestarikan kebudayaan khas Pariaman, dan dengan berdrinya Museum Tabuik ter­sebut nantinya, akan sangat me­nunjang apa yang kita in­gin­kan Bersama. “Dengan adanya Museum Tabuik di Kota Pariaman, akan menjadi sarana pendidikan, pelestarian warisan, dan pe­ngem­bangan pengetahuan bagi public, seka­ligus pening­ka­tan kunjungan wisata di Kota Pariaman,” ujarnya.

Sementara itu Dirjen Pelin­dungan Kebudayaan dan Tra­disi Kementerian Kebuda­yaan, Restu Gunawan menyambut baik kunjungan konsultasi Kota Pariaman ini, dan berjanji akan membantu Kota Pariaman de­ngan menurunkan tim ke Kota Pariaman nantinya. “Akan kita tindak lanjuti usulan dari Peme­rintah Kota Pariaman ini, dan nanti akan kita kirim tim dari Kementerian Kebudayaan, untuk melihat langsung dan memverfikasi apakah nanti kita dapat membangun Museum Tabuik tersebut di Kota Pariaman,” ujarnya.

Dia juga menyamapaikan bahwa Direktorat Jenderal pelindungan kebudayaan dan tradisi dibawah Kementerian Kebudayaan, mempunyai tu­gas menyelenggarakan peru­mu­san dan pelaksanaan kebi­jakan di bidang pelindungan kebudayaan dan tradisi. “Se­moga usulan dari Kota Paria­man memenuhi syarat, se­hingga tujuan kita untuk me­lestarikan budaya daerah dengan pendirian museum, terwujud hendaknya, sehingga adat budaya dan tradisi yang ada di daerah, dapat terus terjaga dan terpelihara sam­pai ke generasi selanjutnya,” ujarnya.(efa)