OLAHRAGA

Leicester City 0 vs 1 Liverpool, Terdegradasi, Akhir Pahit Sang Rubah

0
×

Leicester City 0 vs 1 Liverpool, Terdegradasi, Akhir Pahit Sang Rubah

Sebarkan artikel ini
AIR MATA DI King Power Stadium— Situasi yang emosional tersaji di King Power Stadium pada Minggu (20/4) malam WIB. Ketika para pemain Leicester City harus berlinang air mata, saat timnya harus turu tahta musim ini setelah menuai kekalahan 0-1 dari Liverpool. Leicester jadi tim kedua yang degradasi dari Premier League musim ini. Sebelumnya, ada Southampton yang lebih dulu dipastikan turun kasta.

LEICESTER City resmi terdegradasi dari Premier League 2024/2025. Kepastian ini datang usai kekalahan dari Liverpool pada Minggu (20/4) malam WIB.

Gol telat dari Trent Alexander-Arnold memastikan hasil 0-1 di King Power Stadium. Kekalahan ini a­dalah yang kesembilan secara beruntun di kandang tanpa mencetak gol.

Leicester hanya me­ngumpulkan 18 poin dari 33 pertandingan. Mereka terpaut 18 poin dari posisi aman yang ditempati West Ham United. Dengan ha­nya lima laga tersisa dan maksimal 15 poin yang bisa diraih, Leicester tak bisa lagi bertahan. Mereka ha­rus kembali ke Championship musim de­pan.

Leicester sejatinya tampil cukup baik saat menghadapi Liverpool. Mereka sempat mengenai tiang gawang dan memiliki satu gol yang dianulir. Namun, semua upaya itu tak cukup untuk menghindari kekalahan. Liverpool, sebagai pemuncak klasemen, tetap tampil tajam hingga menit akhir.

Bek Leicester, Conor Coady, menyampaikan rasa kecewa atas kegaga­lan tim. Ia mengakui bahwa performa sepanjang musim sangat jauh dari harapan. ”Kami tidak cukup baik sepanjang musim ini,” ujar Coady.

Saya pikir kami bermain cukup baik hari ini, mengalirkan bola dengan baik dan mampu meredam Liverpool – mereka adalah tim kelas dunia. Tapi kalau melihat kembali musim ini, penampilan kami jauh dari kata cukup baik.“

Sementara itu, Pelatih kepala Leicester, Ruud van Nistelrooy, turut meng­ungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku tim sudah berjuang hingga akhir.

”Kami tetap berharap dan berusaha, tapi jarak dengan zona aman terus melebar,” kata Van Nistelrooy.

Mengenai masa depannya di klub, Van Nistelrooy belum mendapatkan kejelasan. Ia masih menunggu keputusan dari pemilik klub.

”Saya menunggu kejelasan dari klub dan ba­gaimana mereka ingin me­lanjutkan. Tujuannya adalah untuk memimpin klub ini. Saya harus menunggu bagaimana pandangan klub dan baru mengambil langkah selanjutnya.”

Di sisi lain, bagi Liverpool, kemenangan itu mem­buat mereka makin dekat dengan gelar juara.

Liverpool kini me­mimpin klasemen dengan 79 poin, dan Arsenal yang berada di posisi kedua masih berusaha mengejar. Arsenal punya 66 poin. Kedua tim sama-sama punya lima laga tersisa.

Poin maksimal yang bisa didapat Arsenal a­dalah 81. Jadi, Liverpool hanya butuh tiga poin tambahan untuk bisa melewati catatan poin maksimal Arsenal. Nah, tiga poin itu bisa didapat saat The Reds menjamu Tottenham akhir pekan nanti. (*/ren)