METRO PESISIR

Tidak Ada SDA Selain Pajak, Pariaman menjadi Pilot Project Pajak Pusat

0
×

Tidak Ada SDA Selain Pajak, Pariaman menjadi Pilot Project Pajak Pusat

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN KERJA— Wali Kota Pariaman Yota Balad saat menerima kunjungan kerja Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang Satu Asprilantomiardiwidodo dan rombongan di ruang kerja wali kota, Senin (21/4).

PARIAMAN, METRO–Pemerintah Kota Pariaman, kemarin, menjadi pilot projek pemungutan pajak pusat dan pajak daerah bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.  Kesepakatan ini didapat setelah Walikota Pariaman Yota Balad, menerima kunjungan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Padang Sa­tu Asprilantomiardiwidodo dan rombongan di ruang kerja walikota, kemarin.

Turut hadir Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Adrial, Rombongan KPP Pratama Padang.

Kepala Seksi Pengawasan IV Elsa Trisni, Kepala Seksi Penjaminan Kualitas Data Luki Pangesti, Accaount Representative Siti Nuraini, Pelaksana Mahen­dra­yana Setiawan dan Win­­­ny Kakesti serta Kepala Kantor Pelayanan, Pe­nyu­­luhan, dan Konsultasi Per­pajakan (KP2KP) Kota Pa­riaman Heru Alfyanto Malay.

“Kami menyambut baik kunjungan dari Kepala KPP Pratama Padang Satu sebagai perpanjangan tangan dari DJP Kemenkeui RI di daerah, apalagi Kota Pariaman dapat menjadi pilot projek dari KPP Pratama Padang Satu untuk wilayah Sumatera Barat,” ujar Walikta Pariaman Yota Balad.

Terkait perpajakan dan pendapatan daerah,  Dia  menyebutkan bahwa Kota Pariaman tidak mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) sebagai pemasukan daerah, hanya mengandalkan pendapatan dari pajak dan pariwisata “Kami juga meminta arahan dari pak Kepala KPP Pratama Pa­dang Satu, bagaimana upaya yang biasa kita lakukan untuk memaksimalkan pendapatan daerah, selain kebijakan lainya yang dapat mendukung jalanya pem­­bangunan di Kota Pariaman ditengah kebijakan efesiensi dan kebijakan yang lainya dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Dirinya berharap, dengan telah ditunjuknya Kota Pariaman sebagai pilot projek, agar dapat segera dieksekusi secepatnya oleh BPKPD dalam segala hal yang perlu disiapkan, sehingga di bulan Mei nanti, dapat langsung launching dan jalankan kebijakan ini.

Sementara itu Kepala KPP Pratama Padang Satu Asprilantomiardiwidodo menyampaikan terima­kasih dan apresiasi yang tinggi terhadap perhatian  Walikota Pariaman, dengan segera menyetujui usulan kami agar Kota Pariaman ini dapat menjadi pilot projek pemungutan pajak pusat dan pajak daerah untuk wilayah Sumatera Barat.

“Beda kalau kepala da­erah yang berasal dari birokrasi dan lulusan STPDN, langsung gercep untuk menjadikan daerahnya menjadi pilot projek terkait pemungutan pajak pusat dan pajak daerah untuk wilayah Sumatera Barat dan kedepan akan kita tindak lanjuti dengan penandatanganan MoU dan PKS nya,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, ia  menyampaikan berbagai upaya yang bisa dilakukan oleh Pemko Pariaman da­lam rangka menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memaksimalkan objek pajak yang ada di daerah. “Pemerintah pusat telah menginstruksikan agar setiap da­erah dapat menggenjot PAD daerahnya masing-masing, sehingga daerah dapat berdiri di kaki mereka sendiri, dan upaya yang dilakukan harus masksimal aga capaian target daerah dapat dicapai,” ungkapnya mengakhiri. (efa)