BERITA UTAMA

Pastikan Berjalan Aman dan Kondusif, Kapolda Sumbar Pantau Pelaksanaan PSU Pilkada Pasaman

0
×

Pastikan Berjalan Aman dan Kondusif, Kapolda Sumbar Pantau Pelaksanaan PSU Pilkada Pasaman

Sebarkan artikel ini
PANTAU— Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bersama Forkopimda saat memantau langsung pelaksanaan PSU Pilkada Pasaman.

PASAMAN, METRO–Kapolda Sumar,  Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memantau langsung jalannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Pasaman, pada Sabtu (19/5). Kehadiran Kapolda Sumbar bertujuan memastikan proses demokrasi berjalan aman, tertib, dan lancar.

Dalam kunjungannya, Kapolda turut berdialog dengan petugas penga­manan, penyelenggara pe­milu, serta masyarakat setempat.

Kapolda Sumbar melalui Kabid Humas Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa komitmen Polda Sumbar untuk menjamin netralitas serta menjaga stabilitas kamtibmas selama proses PSU berlangsung.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan masyarakat dapat menyalurkan hak pilihnya dengan aman dan nyaman,” ujar Kombes Pol Susmelawati.

Kombes Pol Susmelawati juga mengapresiasi sinergi antara TNI, Polri, KPU, Bawaslu, dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi dalam me­nyukseskan pelaksa­naan PSU di wilayah tersebut.

“Kami tentunya mengapresiasi semua pihak yang sudah sama-sama menjaga dan mengamankan PSU Pilkada Pasaman sehingga berjalan aman dan damai. Masyarakat juga diimbau untuk terus bersabar dan menunggu hasil perhitungan PSU oleh KPU,” ujar dia.

KPU Pastikan PSU Lancar dan Sukses

Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan gelaran pemungutan suara ulang (PSU) di delapan dae­rah aman dan lancar. Se­tidaknya 8.763 TPS telah melangsungkan PSU di delapan kota atau kabupaten.

Adapun delapan kabupaten atau kota itu, yakni Kota Banjarbaru (Kalimantan Selatan), Kabupaten Serang (Banten), Kabupaten Pasaman (Sumatra Barat), Kabupaten Empat Lawang (Sumatra Selatan), Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat), Kabupaten Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), Kabupaten Gorontalo Utara (Gorontalo), dan Kabupaten Bengkulu Selatan (Bengkulu). PSU ini digelar pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

”PSU menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan jangka waktu pelaksanaan 60 hari turut dimonitoring langsung Ketua dan Anggota KPU. Kami telah menyelenggarakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pasca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan lancar dan sukses,” kata Afifuddin kepada wartawan, Minggu (20/4)

Pelaksanaan PSU di Ko­ta Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan dimonitoring langsung oleh Ke­tua KPU Mochammad Afi­fuddin bersama Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin. Di Kota Banjarbaru PSU berlangsung di 403 TPS yang tersebar di 5 kecamatan 20 kelurahan dengan tingkat partisipasi sebesar 56,44 persen. Jumlah pemilih PSU 195.891 pemilih dengan pengguna hak pilih 110.816.

“Untuk PSU di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, hadir melaksanakan monitoring Anggota KPU August Mellaz bersama Gubernur Banten Andra Soni yang meninjau langsung pelaksanaan PSU di TPS 04 Kp Sumur Peutey, Desa Baros, TPS 04 Desa Panyirapan dan TPS 001 Kampung Sukamanah Desa Baros. Di Kab Serang, PSU berlangsung di 2.355 TPS yang tersebar di 29 kecamatan 326 desa atau kelurahan,” katanya.

Selanjutnya untuk PSU di Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat turut dimonitoring kominioner KPU Yulianto Sudrajat. Ia meninjau pelaksanaan PSU di TPS 006 Nagari Limo Koto Kecamatan Bonjol, TPS 001 Nagari Ganggo Mudiak Kecamatan Bonjol dan TPS 001 Nagari Binjai Kecamatan Tigo Nagari.

Di Kabupaten Pasaman, PSU berlangsung di 605 TPS yang tersebar di 12 kecamatan, 62 nagari atau desa dengan tingkat partisipasi pemilih 65,27 persen. Jumlah pemilih PSU 218.980 pemilih dengan pengguna hak pilih 143.086.

“Dan untuk PSU di Kabupaten Empat Lawang, Pro­vinsi Sumatera Selatan telah dilakukan pemungutan dan penghitungan suara PSU di 531 TPS tersebar di 10 kecamatan 156 desa atau kelurahan dengan tingkat partisipasi pemilih 52,31 persen. Jumlah pemilih 257.020 pemilih, dengan pengguna hak pilih 134.947,” ujar Afif.

Sedangkan untuk PSU di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, anggota KPU RI Idham Holik meninjau langsung pelaksanaan PSU di TPS 002 Desa Madiasari dan TPS terdampak bencana alam 001 dan 002 Desa Cikondang Kecamatan Cineam. Di Kab Tasikmalaya, PSU berlangsung di 2.847 TPS yang tersebar di 39 kecamatan 351 desa atau kelurahan dengan tingkat partisipasi pemilih 63,42 persen.

“Di lokasi lain, untuk PSU di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur hadir melaksanakan monitoring Anggota KPU Iffa Rosita yang meninjau langsung pelaksanaan,” ujar Afif.

“PSU di TPS 19 dan 21 Kelurahan Melayu, TPS Lokasi Khusus 901 dan 902 Lapas Kelas IIA Tenggarong dan TPS 13 Kelurahan Timbau. PSU di Kutai Kartanegara berlangsung di 1.447 TPS yang tersebar di 20 kecamatan, dengan tingkat partisipasi pemilih 67,65 persen. Jumlah pemilih PSU 552.469 pemilih de­ngan pengguna hak pilih 354.172,” sambungnya.

Sementara, untuk PSU di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo telah dilakukan pemungutan dan penghitungan suara PSU di 245 TPS di 11 kecamatan 123 desa atau kelurahan. Ting­kat partisipasi pemilih di Gorontalo Utara sebesar 80,15 persen.

“Terakhir, untuk PSU di Kab Bengkulu Selatan, Prov Bengkulu, monitoring dihadiri Anggota KPU Parsa­daan Harahap yang meninjau langsung pelaksanaan PSU di TPS 03 Kelurahan Padang Kapuk, TPS 02 Kelurahan Ibul Kecamatan Kota Manna dan TPS 02 De­sa Batu Lambang Kecamatan Pasar Manna,” kata Afif.

“PSU di Kabupaten Bengkulu Selatan berlangsung di 330 TPS yang tersebar di 11 kecamatan 158 desa atau kelurahan dengan tingkat partisipasi pemilih 73,80 persen. Adapun jumlah pemilih PSU 126.739 pemilih dengan pengguna hak pilih 93.600,” kata dia.

Berdasarkan hasil PSU selama 60 hari, total ada 8.763 TPS yang melakukan PSU di delapan daerah. (rel)