SOLOK/SOLSEL

Ponpes Taruna Rabbani di Koto Sani Temukan Kloning Gas, 100 Persen Organik, Siap Daftarkan Produk

0
×

Ponpes Taruna Rabbani di Koto Sani Temukan Kloning Gas, 100 Persen Organik, Siap Daftarkan Produk

Sebarkan artikel ini
TEKNOLOGI KLONING GAS— Ponpes Taruna Rabbani yang berada di Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok memanfaatkan hasil temuannya yakni kloning gas atau teknologi pengontrol gas agar lebih besar, saat acara pertemuan ulama Thariqah se-Asean di Ponpes Taruna Rabbani di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok, Minggu (20/4).

SOLOK, METRO–Pondok Pesantren (Ponpes) Taruna Rabbani yang berada di Nagari Koto Sa­ni, Kecamatan X Koto Sing­karak, Kabupaten Solok memanfaatkan hasil temuannya yakni kloning gas atau teknologi pengontrol gas agar lebih besar.

Karya yang sudah diteliti selama 5 tahun itu mampu menghemat dua kali lipat gas yang biasa digu­nakan untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari.

Wakil Pimpinan Ponpes Isa Rabbani mengatakan, hasil temuan yang diberi nama gas saver itu sudah diriset sekitar 5 tahun, dan hasil uji cobanya sudah digunakan kepada jamaah atau santri di Ponpes.

“Ini sudah terbukti, selama kami riset lima tahun ini, dan kami testimoni pada jamaah dan pada komunitas kami terbukti semuanya. Dan responnya positif semua,” ujarnya di sela acara pertemuan ulama Thariqah se-Asean di Ponpes Taruna Rabbani di Nagari Koto Sani, Kabupaten Solok pada Minggu (20/4).

Ia mengungkapkan, ba­han atau isi dari gas server yang dikembangkan oleh Ponpes tersebut  me­ru­pakan bahan organik. Selain itu, dia juga menjamin semua bahan tersebut dapat ditemukan dengan mudah di sekitar ling­kungan.

Baca Juga  Wako Solok Serahkan LKPD ke BPK Sumbar, Optimis LKPD 2021 dapat Opini WTP

“100 persen gas server ini organik. Namun, untuk rincinya apa aja isinya belum bisa kami jelaskan. Dan untuk keamanannya selama lima tahun ini kami sudah menguji kami menjamin ini sudah aman, termasuk jamaah yang menggunakannya tidak pernah ada keluhan,”ucapnya.

Isa menjelaskan, prinsip kerja gas server mampu menghemat gas dan memberi pancaran atau daya dorong api lebih besar.

“Prinsipnya gas LPG ini mengandung hidrokarbon, jadi ketika hidrokarbon ini mengalir masuk ke dalam tabung gas saver maka akan terjadi suatu reaksi dan itu menghasilkan mata rantai yang lebih Pan­jang. Jadi masa hidup dari pada gas yang seharusnya  satu hari itu menghabiskan dua tabung, dengan gas saver ini cukup satu tabung. Jadi hematnya sampai 100 persen,” ujarnya.

Daftarkan Produk

Saat ini produk tersebut masih dalam tahap pengajuan atau pendaftaran untuk Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Meski begitu, produk yang dihasilkan oleh Ponpes belum diperjual belikan atau masih sebatas pemakaian dalam komunitas atau jamaah. “Terkait untuk produksi umum, kami masih dalam diskusi bersama tim ri­set,”ungkapnya.

Baca Juga  Air Danau Diateh Keruh dan Berbau, Nelayan Urungkan Niat Menangkap Ikan

Sutrisno, salah seorang pedagang Soto Lamongan di Padang yang menggunakan gas saver milik Ponpes Taruna Rabbani mengatakan, selama memakai gas server tersebut ia merasakan gas tersebut seperti ganda atau lebih hemat.

“Output yang keluar dua kali lipat dari elpiji yang masuk. Jadi ini membuat hemat. Kalau biasanya dalam satu hari itu kami bisa menghabiskan satu tabung gas, dengan memakai produk ini satu tabung gas bisa dua hari,”kata Sutrisno.

Disampaikannya, ia su­dah cukup lama menggunakan gas sever tersebut. Dari versi pertama hingga saat ini ia memakai yang versi ketiga. “Dulu saya pakai yang versi pertama dan sekarang udah ketiga. Kalau yang ketiga ini sudah 1 bulan saya pakai,” ucapnya. (brm)