BERITA UTAMA

DPR Tegaskan Transportasi Umum Harus Jadi Tempat Aman bagi Masyarakat

0
×

DPR Tegaskan Transportasi Umum Harus Jadi Tempat Aman bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor.

JAKARTA, METRO–Aksi pelecehan seksual kembali terjadi di KRL Commuter Line relasi Ta­nah Abang-Rangkas­bitung.­ Hal ini diketahui setelah korban curhat soal pelecehan yang menimpanya itu kepada pengemudi taksi online yang menjemputnya di Stasiun Tanah Abang.

Anggota Komisi V DPR Irine Yusiana Roba Putri mengecam keras pelecehan seksual tersebut. Pe­ris­tiwa yang viral di media sosial ini menjadi pengingat bahwa ruang publik, termasuk transportasi mas­sal, belum sepenuhnya aman bagi perempuan dan anak-anak.

Pasalnya, pelaku yang berinisial HU, 29, diduga onani di tengah kereta yang penuh sesak penumpang. Aksi bejat pelaku dilakukan di belakang korban hingga mengotori pakaian korban.

“Sangat prihatin dan mengecam keras tindakan pelecehan di dalam KRL. Negara wajib hadir menjamin keamanan dan kenyamanan perempuan serta anak dalam setiap aspek kehidupan, termasuk di transportasi umum,” kata Irine kepada wartawan, Minggu (20/4).

Polres Jakarta Pusat telah menangkap pria berinisial HU yang diduga me­lakukan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan KRL. Pelecehan seksual itu terjadi pa­da Rabu (2/4), sekitar pukul 19.30 WIB.

Karena itu, Irine menegaskan pelecehan seksual merupakan tindakan kriminal yang lahir dari niat pelaku, bukan dari pakaian atau perilaku korban. Dia menolak keras setiap bentuk narasi yang menyalahkan korban pelecehan seksual, mayoritas dialami perempuan atas kejahatan tersebut.

“Pelecehan seksual itu bukan soal pakaian. Itu soal pelaku yang secara sadar memilih untuk mela­kukan kejahatan seksual. Yang harus disorot adalah pelakunya, bukan korban. Perempuan berhak merasa aman, di mana pun dan kapan pun,” tegas Irine.

Anggota Komisi di DPR yang membidangi urusan perhubungan dan infrastruktur itu meminta jaminan keamanan bagi perempuan dan anak-anak di transportasi umum termasuk KRL. Apalagi, setiap hari jutaan penumpang perempuan baik pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga ibu rumah tangga mengandalkan moda transportasi umum seperti KRL.

“Transportasi umum bukan hanya alat mobilitas, tetapi ruang publik yang harus aman. Fasilitas tran­sportasi umum harus jadi ruang aman bagi setiap perempuan dan anak di Indonesia,” ungkap Irine Yusiana Roba Putri.

Irine juga meminta Kementerian Perhubungan dan PT KAI Commuter memastikan tidak ada ce­lah bagi pelecehan seksual terjadi di transportasi umum. Dia menekankan ke­ama­nan pengguna, teru­ta­ma perempuan dan anak-anak, menjadi prioritas utama dalam layanan publik.

“Pengawasan, edukasi, dan tindakan pencegahan ada­lah tanggung jawab ber­sama. Operator wajib mem­bangun sistem ke­ama­nan yang proaktif dan tanggap. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi soal komitmen melindungi penumpang,” ujar Irine.

Lebih lanjut, Irine me­nye­rukan kepada seluruh masyarakat untuk tidak ragu melaporkan tindakan pelecehan seksual. Dia juga meminta pemerintah menjadikan keselamatan perempuan dan anak sebagai prioritas dalam kebijakan publik.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ti­dak ragu melaporkan tindakan pelecehan seksual,” tandas Irine Yusiana Roba Putri. (jpg)