LIMAPULUH KOTA, METRO–Bertahun tahun mengalami kerusakan parah, sindiran demi sindirkan disampaikan dan disuarakan oleh masyarakat, akhirnya ruas jalan Payakumbuh-Lintau mulai diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang. Kini, upaya atau keresahan masyarakat akibat jalan rusak itu mulai membuahkan hasil. Jalan tersebut telah mulai diperbaiki dengan dana mencapai Rp.12. 313.849.000 dengan waktu pelaksanaan mencapai 180 hari Kalender.
Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah peralatan memang telah bekerja sejak beberapa hari terakhir, pengerjaan mulai dari pembersihan, saluran, perbaikan lobang dan lainnya. Diperkirakan dalam waktu dekat akan segera dilakukan pengaspalan beton.
“Alhamdulillah sudah mulai dilaksanakan perbaikan sejak 19 Maret lalu untuk jalan sepanjang 1 Km 300 Meter, untuk kontrak akan berakhir 5 September nanti,” ucap Ikhsan, pelaksana lapangan PT. Arpex Primadhamor, akhir pekan kemarin di lokasi proyek jalan milik provinsi itu.
Lebih jauh Ikhsan menjelaskan, perbaikan jalan itu berupa pengerasan beton. Jelang pengaspalan, pihaknya telah memulai dengan beberapa item pekerjaan, termasuk menutup lobang diberbagai titik. “Pekerjaan ini, pekerjaannya berupa pengerasan beton. Untuk kontrak tanggal 10 Maret, pekerjaan menutup lobang-lobang telah kami mulai 21 Maret lalu. Untuk Pekerjaan utama pengerasan beton. Kami berupaya pekerjaan selesai sebelum kontrak berakhir,” tambahnya.
Nantinya saat proses pengerjaan lapis drainase dan lantai kerja telah dimulai akan diberlakukan buka tutup jalan dilokasi tersebut untuk memudahkan pekerjaan. “Kalau pengerjaan lapis drainase dan lantai kerja telah dimulai, akan diberlakukan buka tutup jalan, yang diperkirakan Minggu depan,” tutupnya.
Proyek dengan nama kegiatan Penyelenggaraan Jalan Provinsi dan pekerjaan Rehabilitasi Jalan Provinsi di Ruas BTS Payakumbuh-Sitangkai (P.044) Paket II diawasi PT. Teknik Eksakta sebagai Konsultan Supersi.
Apresiasi Pemrprov Tapi Belum Makssmal
Sementara Dya (35) Warga Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota yang kerap melewati Jalur atau jalan yang tengah diperbaiki itu, apresiasi namun menilai apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat belum maksimal atau setengah hati.
Sebab menurutnya, penderitaan masyarakat ataupun pengendara yang melintas sudah sangat lama menderita, akibat kerusakan jalan. Tidak saja kerugian materil, namun juga kehilangan nyawa maupun luka-luka. “Kalau soal apresiasi dan terimakasih, tentu sebagai masyarakat dan pengendara kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Namun perbaikan ini kami nilai belum maksimal karena hanya 1 Kilometer, sementara jalan yang rusak cukup panjang,” ucapnya.
Lebih jauh Dya menjelaskan, penderitaan masyarakat akibat jalan rusak itu tidak hanya saat hujan lebat, namun saat musim panas dimana jalan dipenuhi debu yang berterbangan. Maka tidak heran bisa ada spanduk bernada sindiran “selamat datang di wisata kabut”. “Saat hujan, jalanan yang berlobang akan tergenang. Sementara saat musim panas jalanan berdebu. Selain perbaiki jalan, yang terpenting adalah pembatasan muatan truk-truk pengangkut hasil tambang yang melewati jalan tersebut,” pintanya agar pemerintah provinsi mengawasi kendaraan yang bermuatan tonase melebihi kapasitas jalan, bila tidak jalan yang dibangun itu juga akan hancur kembali. (uus)






