AGAM/BUKITTINGGI

Bupati Kunjungi Kementerian Pertanian, Kementan Siap Alokasikan 2.000 Ha untuk Optimalisasi Lahan di Agam

0
×

Bupati Kunjungi Kementerian Pertanian, Kementan Siap Alokasikan 2.000 Ha untuk Optimalisasi Lahan di Agam

Sebarkan artikel ini
BAHAS OPTIMALISASI LAHAN— Bupati Agam Benni Warlis, menggelar pertemuan strategis dengan Plt Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Husnain, membahas optimasilisa lahan pertanian.

AGAM, METRO–Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah menggelar pertemuan strategis dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Husnain, MP, M.Sc, Ph.D, di Jakarta, Ra­bu (16/4) lalu.

Pertemuan ini difokuskan pada penguatan sis­tem irigasi, optimalisasi lahan pertanian, serta peluang untuk percetakan sawah baru di Kabupaten Agam. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan mendorong indeks pertanaman (IP) yang lebih tinggi.

Baca Juga  Ringankan Beban Masyarakat Pasca Bencana di Tanjung Raya, Pemprov Sumbar Salurkan Bantuan Cadangan Pangan

“Dari pertemuan ini, kita berharap agar seluruh lahan pertanian yang ada di Kabupaten Agam dapat dioptimalkan secara maksimal. Alhamdulillah, besok tim dari kementerian akan turun untuk melakukan verifikasi di lapangan,” ungkap Bupati Benni Warlis.

Sementara itu, Plt Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Husnain, menegaskan bahwa Kabupaten Agam merupakan salah satu daerah lumbung pangan di Sumatera Barat yang sangat potensial untuk dikembangkan.

“Kita akan alokasikan sekitar 2.000 hektare untuk program optimalisasi lahan di Agam. Harapannya, indeks pertanaman di wila­yah ini bisa naik dari IP 2 menjadi IP 3,” ujarnya.

Baca Juga  Satgas Covid-19 Kelurahan Jemput Bola ke Sekolah

Ia juga menambahkan bahwa jika terdapat kendala dalam pengelolaan lahan, hal tersebut akan segera dikoordinasikan, termasuk penyediaan fasilitas irigasi yang nantinya dapat dilanjutkan ke Ditjen Sumber Daya Air (SDA) di Kementerian Pekerjaan Umum.

Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah sinergis antara pemerintah da­erah dan pusat dalam menjawab tantangan ketahanan pangan melalui pengelolaan lahan dan air yang lebih efektif dan berkelanjutan. (pry)