BERITA UTAMA

Brutal!, Remaja Tawuran, Bacok Mahasiswa, Jari Tangan dan Punggung Luka Robek, 3 Pelaku Ditangkap, 2 Berstatus Pelajar

0
×

Brutal!, Remaja Tawuran, Bacok Mahasiswa, Jari Tangan dan Punggung Luka Robek, 3 Pelaku Ditangkap, 2 Berstatus Pelajar

Sebarkan artikel ini
PEMBACOKAN— Tiga pelaku pembacokan mahasiswa di Jalan By Pass Kilometer 10, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji ditangkap. Sedangkan korban masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

PADANG, METRO–Seorang mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, Muhammad Rafi (22) dibacok oleh sekelompok remaja tawuran saat melintas menggunakan sepeda motor di Jalan By Pass Kilometer 10, dekat Klinik Nomor Satu, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, pada Kamis (17/4) sekira pukul 02.00 WIB.

Akibat penganiayaan yang brutal itu, korban yang juga garin masjid dan sudah smester akhir ini, mengalami luka robek se­rius pada bagian punggung dan jari tangan kiri hingga korban harus menda­pat­kan perawatan intensif di RSUD Rasidin Padang.

Sementara, Polisi yang mendapat laporan adanya aksi pembacokan brutal itu, bergerak cepat melakukan penyelidikan. Alhasil, da­lam waktu 1×24 jam, Jumat (18/4), Tim Satreskrim Pol­resta Padang bersama Pol­sek Ku­ranji menangkap tiga orang yang melakukan pem­ba­cokan terhadap korban.

Parahnya, dua dari tiga pelaku yang ditangkap ma­sih berstatus pelajar. Me­reka masing-masing beri­nisial RA (17) dan R (18). Selain dua pelajar itu, pe­tugas juga menangkap pelaku AAS (21), seorang pengangguran warga Lu­buk Begalung.

Kapolresta Padang, AK­BP Apri Wibowo, menga­takan bahwa pihaknya ber­gerak cepat usai mene­rima laporan kejadian. Tim gabungan langsung me­lakukan penyelidikan de­ngan memeriksa ketera­ngan saksi dan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

“Kurang dari 24 jam, tiga orang terduga pelaku berhasil diamankan. Tiga pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda di wilayah Padang Selatan,” kata  AK­BP Apri Wibowo dalam keterangan tertulis.

Baca Juga  Bocah SD  Ditemukan Tewas di Mulut Buaya, Sempat Diserang, Diseret lalu Hilang

Terpisah, Kapolsek Ku­ranji, AKP Hendri Bayola mengatakan, penang­ka­pan ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang di­kum­pulkan. Peristiwa pem­bacokan terjadi di Ja­lan By Pass Kilometer 10, dekat Klinik Nomor Satu, Ke­lurahan Kalumbuk.

“Berdasarkan hasil pe­nyelidikan, insiden terjadi dalam aksi tawuran antara dua kelompok yang dikenal sebagai kubu Rawang dan BST. Dalam pengakuannya, pelaku mengayunkan celu­rit emas sepanjang lebih dari satu meter yang me­ngakibatkan jari tangan kiri korban robek. Sementara itu, pelaku lain menikam ba­gian punggung kanan kor­ban dengan celurit ber­war­na silver,” jelas AKP Hendri.

Setelah aksi tersebut, ungkap AKP Hendri, pelaku menyerahkan senjata ta­jam kepada seorang pria bernama Ringgo di ka­wasan Pasar Gaung.  Dari penangkapan ini, pihaknya menyita barang bukti Polisi juga menyita sejumlah barang bukti.

“Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat 1 dan 2 ke-2 KUHP tentang tindak kekerasan secara bersama-sama, yang da­pat mengakibatkan huku­man penjara bertahun-tahun. Kami mengimbau para orangtua untuk me­ngawasi aktivitas anak-anak mereka agar tidak terjerumus ke aksi ta­wu­ran,” tegas dia.

Sementara, Ayah kor­ban, Refriadi (50), menje­laskan bahwa anaknya me­ngalami luka bacok cukup serius di bagian punggung dan jari tangan kiri akibat serangan tersebut. Saat ini, korban tengah men­jalani perawatan intensif di RSUD dr. Rasidin Padang.

“Anak saya bersama temannya pulang ke ru­mahnya di Sungai Sapih setelah nonton bola. Di sekitar Simpang Kampung Lalang, mereka tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang tak dikenal,” ungkap Refriadi.

Baca Juga  Kunjungi Padang, WNA Asal Irlandia Positif Covid-19

Kabar mengejutkan itu diterima Refriadi sekitar pukul 03.00 WIB, ketika teman korban datang ke rumah untuk mengambil KTP Muhammad Rafi. Awa­lnya, teman tersebut hanya mengatakan bahwa Rafi terjatuh.

Namun, karena firasat yang tak enak, Refriadi segera menuju rumah sakit dan menemukan kenya­taan pahit bahwa putranya menjadi korban pemba­cokan. Berdasarkan kete­rangan sementara dari pihak keluarga, Muham­mad Rafi dan temannya mengendarai sepeda motor dan berusaha mela­rikan diri saat melihat kebe­radaan kelompok tersebut. Namun, upaya melarikan diri gagal dan serangan pun terjadi dengan meng­gunakan senjata tajam.

“Beberapa orang tak di­kenal membacok bagian punggung dan tangan. Anak saya ketika itu pulang non­ton bareng sepak bola pada Kamis dini hari itu dan mau pu­lang ke rumah ,di Villa Bu­kit Gading Permai, Kelu­ra­han Sungai Sapih,” ujar dia.

Pengkuan Refriadi, ke­tika berada di ruas jalan raya Kampung Kalawi, anak­nya ini berpapasan dengan beberapa orang mengendarai sepeda motor. Sementara anaknya berboncengan justru diba­cok orang tak dikenal dari arah berlawan itu.

“Pelaku kabur melari­kan diri ke arah Bypass Padang. Anak saya masih terbaring RSUD Padang. Semoga pelaku yang mem­bacok dan menikam anak saya segera ditang­kap,” pungkas dia. (brm)