OLAHRAGA

MU 5 vs 4 Lyon (agg 7- 4), Magis Old Trafford di Detik Akhir

0
×

MU 5 vs 4 Lyon (agg 7- 4), Magis Old Trafford di Detik Akhir

Sebarkan artikel ini
LAGA DRAMATIS— Kobbie Mainoo dan Harry Maguire menjadi mimpi buruk bagi pasukan Paulo Fonseca. Harry Maguiere menjadi pahlawan pada laga ini usai mencetak gol kemenangan bagi MU vs Lyon pada leg kedua perempat final Liga Eropa, Jumat (18/4) dinihari WIB. Setan Merah menyisihkan Lyon dengan skor 5-4, melalui pertandingan yang dimainkan hingga babak extra time dan mengunci satu tiket ke semifinal.

MANCHESTER United mengamankan satu tiket ke babak semifinal Liga Europa 2024/2025 lewat laga dramatis lawan Lyon. Setan Merah menyisihkan Lyon dengan skor 5-4, me­lalui pertandingan yang dimainkan hingga babak extra time. Dua pemain yang selama ini jadi ‘Lord’, Casemiro dan Harry Maguire, tampil menentukan bagi MU.

MU menjamu Lyon pada leg kedua 8 Besar Liga Europa di Old Trafford, Jumat (18/4) dini hari WIB. Laga waktu normal berakhir dengan skor imbang 2-2. Agregat menjadi 4-4 dan laga lanjut ke extra time. Lyon bermain dengan 10 orang sejak menit ke-89.

Pada babak extra time, MU kebobolan dua kali dan tertinggal 2-4 pada menit ke-109. Namun, MU mampu bangkit dan tampil luar biasa pada enam menit akhir laga. MU akhirnya menang 5-4. Hasil yang diraih lewat babak perpanjangan waktu ini membuat mereka unggul agregat 7-6 dan mengunci satu tiket ke semifinal.

Kelima gol MU dalam laga itu dicetak oleh Ma­nuel Ugarte, Diogo Dalot, Bruno Fernandes (penalti), Kobbie Mainoo, dan Harry Maguire.

Dalam laga itu, Lyon membuat Old Trafford te­rasa horor bagi fans MU. Mereka membuat sorak sorai fans MU pada babak pertama menjadi momen penuh ketegangan saat Tolisso dan Tagliafico bikin gol.

Agregat menjadi 4-4 dan laga dilanjutkan ke extra time. Situasi jadi men­cekam bagi fans MU saat Ryan Cherki dan Lacazette bikin gol. MU tertinggal 2-4 pada menit 109 dan terancam gugur.

“Malam yang luar biasa bagi Lyon di Manchester. Malam yang luar biasa bagi Man Utd karena semua alasan yang salah. Old Trafford mulai kosong, dengan cepat,” lapor pandit BBC Sport, Paul Robinson, usai gol Lacazette.

Baca Juga  Tampil Menawan di Pertandingan Pramusim, Mikel Arteta Puji Debut Wonderkid Berusia 15 Tahun Max Dowman

Lyon mencetak empat gol beruntun dan itu sa­ngat sulit diterima, bukan hanya oleh fans, akan tetapi juga pemain MU. Mereka tertinggal 2-4 pada menit ke-109 dan itu sangat rumit.

Namun, dibayang-ba­yang mimpi buruk, MU mampu bangkit. Dimulai dari gol Bruno Fernandes pada menit 114, MU bangkit dan bikin dua gol tambahan. MU menyajikan momen yang membuat takjub.

Dengan memastikan tempat di semifinal Liga Europa, MU kini memiliki asa untuk meraih trofi Liga Eropa. MU akan berjumpa Athletic Bilbao pada babak semifinal. Leg pertama dimainkan di San Mames pada 1 Mei 2025. Sepekan kemudian, laga leg kedua akan dimainkan di Old Trafford.

Jika mampu menyisihkan Bilbao, MU lolos ke final dan berjumpa Tottenham atau Bodo Glimt. Jadi, MU hanya berjarak tiga laga untuk meraih satu-satunya trofi yang bisa dimenangkan musim ini.

Gelandang Manchester United, Mainoo berharap timnya bisa memenangkan Liga Europa di musim ini. Mainoo menilai kemena­ngan ini bakal sangat krusial bagi timnya. Ia yakin kemenangan ini bakal membantu MU untuk menjadi juara di kompetisi ini.

Dalam wawancaranya di TNT Sports, Kobbie Mai­noo mengakui bahwa MU memang tidak tampil de­ngan maksimal saat melawan Lyon. Namun ia menilai kemenangan itu sa­ngat krusial dalam membantu Setan Merah untuk membangun momentum yang positif.

Baca Juga  Persaingan Sengit MotoGP 2025, Fabio Quartararo Dominasi Tes Hari Pertama, Marquez Bersaudara Tempel Ketat

”Ya, penampilan kami memang jauh dari level terbaik, namun kemena­ngan seperti ini bisa membangun momentum yang besar bagi kami,” ujar Mainoo.

Mainoo menyebut bahwa saat ini Manchester United akan fokus untuk memenangkan Liga Europa 2024/2025. Ia berharap timnya bisa menembus partai final dan nantinya keluar sebagai pemenang kompetisi ini.

Ya, kemenangan epik United atas Lyon menjaga asa mereka untuk meraih trofi Liga Europa, satu-sa­tunya peluang mereka me­raih gelar musim ini. Selain itu, trofi ini juga menjadi jalan untuk lolos ke Liga Champions musim depan, mengingat performa mereka di Liga Primer belum konsisten. Agregat 7-6 menunjukkan betapa ketatnya pertandingan ini, de­ngan United mampu bangkit dari situasi kritis di perpanjangan waktu.

Namun, pertandingan ini juga mengungkap kele­mahan United, terutama di lini belakang. Kebobolan empat gol di kandang, termasuk gol lunak dari Tag­liafico, menunjukkan ku­rangnya fokus dan orga­nisasi pertahanan. Leny Yoro dan Maguire tampil heroik dalam situasi tertentu, tetapi kesalahan seperti penalti yang diberikan Luke Shaw menambah daf­tar masalah bagi Amorim. United perlu memperbaiki soliditas pertahanan jika ingin bersaing di semi-final melawan Athletic Bilbao.

Di sisi lain, performa individu seperti Mainoo dan Fernandes menunjukkan potensi United untuk tampil menyerang. Mai­noo, dengan gol krusialnya, membuktikan diri sebagai pemain muda berbakat, sementara Fernandes te­tap menjadi motor sera­ngan tim. Amorim kini ha­rus memanfaatkan sema­ngat kemenangan ini untuk membangun momentum, sembari memperbaiki ke­lemahan tim jelang laga-laga krusial di kompetisi Eropa dan domestik. (*/ren)