BERITA UTAMA

Kasus Penemuan Kerangka Korban Mutilasi, Penyidik Tunggu Hasil Tes DNA

0
×

Kasus Penemuan Kerangka Korban Mutilasi, Penyidik Tunggu Hasil Tes DNA

Sebarkan artikel ini

PESSEL METRO–Penyidik Satreskrim Polres Pesisir Selatan (Pessel) masih terus melengkapi berkas perkara kasus pememuan kerangka ma­nusia yang terpotong-po­tong dan dicor dalam bak mandi bekas sarang walet di Bukit Ransam, Kampung Sungai Nipah, Kenagarian Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai.

Bahkan, penyidik sudah melakukan uji DNA ke­rangka korban dengan ke­luarganya untuk memper­kuat identitas korban. Jika hasil uji DNA keluar, pe­nyidik pun segera melim­pahkan perkara itu ke Ke­jaksaan Negeri Pessel agar tesangka pembunuhan dan mutilasi bernama Bobi (34) segera diadili.

Kapolres Pessel AKBP. Derry Indra, melalui Kasat Reskrim Polres Pessel AKP M Yogie Biantaro mengatakan, dalam kasus pembunuhan korban Periwisata (32), pihaknya sudah menetapkan satu orang tersangka yaitu Bobi yang merupakan teman korban.

“Saat ini kami berusaha melengkapi berkas per­kara. Berdasarkan petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU), kami masih menunggu hasil tes DNA, untuk mengidentifikasi keturu­nan,” jelas dia.

AKP Yogie menjelaskan, dari keterangan pelaku, korban dibunuh pada Maret 2023 di dalam kamar Kafe Karisma pukul 22.00 WIB. Kafe ini bersebelahan dengan bangunan sarang walet.

“Korban datang seorang diri ke tempat pelaku. Korban datang dengan me­minjam uang sebanyak Rp 400 ribu kepada pelaku, namun ditolak,” ungkapnya.

Penolakan meminjam uang ini, selanjutnya me­micu keributan antara korban dan pelaku. Hingga korban dipukul mengu­nakan balok kayu.

Ditambahkan AKP Yogie, setelah korban dipastikan tewas, pelaku menggorok leher pelaku menggunakan parang. Sedangkan tubuh korban digergaji beberapa bagian.

“Pelaku memotong leher, perut dan kedua kaki korban dan selanjutnya tubuh korban yang sudah terpotong potong tersebut dipindahkan ke bak mandi bekas sarang walet tersebut,” imbuhnya.

Yogie mengungkapkan alasan pelaku melakukan mutilasi kepada tubuh korban agar muat dimasukkan ke dalam bak mandi. Setelah itu, bak mandi dicor pelaku mengunakan semen agar menghilangkan jejak.

“Pemilik kafe ini awalnya mau renovasi, kafe berdampingan dengan bekas sarang walet. Setelah di­cek, digali ditemukan ke­rangka jasad korban. Pengakuan pelaku tega memutilasi tubuh korban biar muat dalam bak mandi,” pungkasnya. (rio)