SOLSEL, METRO – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) memastikan akan memberikan bantuan perbaikan rumah yang rusak bagi para korban gempa yang melanda tiga kecamatan di daerah tersebut akhir Februari lalu. Bantuan perbaikan diperkirakan akan membutuhkan waktu lama. Namun hal tersebut secara bertahap prosesnya diklaim sudah dimulai.
“Terkait gempa, sekarang Insya Allah sudah mulai tenang. Bantuan untuk korban gempa, berupa sembako saat ini sudah sangat mencukupi. Untuk rumah rusak, kita secara bertahap sudah mulai pembenahan, namun itu butuh waktu,” ujar Bupati Solsel, H Muzni Zakaria di ruang kerjanya saat menerima bantuan dari Bank Nagari untuk korban gempa, Selasa (2/4).
Ia menambahkan, sampai sekarang pihaknya masih menghimpun bantuan sosial yang datang dari berbagai daerah termasuk dari perusahaan dan sebagainya. Sementara, untuk bantuan perbaikan rumah yang rusak tengah diusahakan pemerintah agar mekanismenya disamakan dengan bantuan kepada korban gempa di Lombok dan Palu beberapa waktu lalu.
“Insya Allah akan disamakan. Harapan kita memang seperti itu dan sedang kita usahakan hal tersebut,” ungkapnya.
Jika mengacu pada bantuan rumah rusak akibat gempa di Palu dan Lombok, pemerintah membantu sebesar Rp50 juta kepada masing-masing kepala keluarga (KK) yang rumahnya rusak berat. Bantuan dicairkan dalam lima tahap. Tahap awal Rp10 juta untuk modal kerja membeli bahan bangunan untuk perbaikan rumah. Sedangkan rumah rusak sedang dibantu Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta.
Berdasarkan hasil validasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel melansir, dampak dari gempa itu telah menyebabkan 1.069 rumah warga dan 94 unit fasilitas umum yang rusak. Untuk rumah, 11 unit diantaranya rusak berat, 38 unit rusak sedang dan 1.020 unit rusak ringan.
Kalaksa BPBD Solsel, Johny Hasan Basri menjelaskan, penanganan bencana gempa memasuki tiga pekan berjalan masa transisi darurat ke pemulihan. Pertolongan pemulihan kondisi masyarakat pascagempa masih berlanjut hingga kini. Di posko kabupaten, pihaknya terus menghimpun bantuan untuk keperluan rehabilitasi dan rekontruksi kerusakan rumah.
“Termasuk untuk bantuan dari donatur yang berupa uang, akan dikonversi menjadi bahan bangunan sebelum disalurkan,”sebutnya.
Sementara itu, para korban gempa di Solsel sudah mulai rutin menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Meski demikian, warga masih saja khawatir dan enggan untuk menetap di rumah-rumah yang mengalami kerusakan. Sebab, guncangan gempa dalam skala kecil belum berhenti.
“Belum ada yang betah tinggal di rumahnya. Sebab gempa sekali-sekali masih terasa. Namun tidak sesering dulu. Sekarang paling dua atau tiga hari sekali terjadi getaran. Namun tidak kuat. Hal ini yang membuat warga ada yang bertahan tidur di tenda,” sebut Wali Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Suwardi.
Di sisi lain, bantuan bagi korban gempa terus mengalir. Baik dari kepedulian instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, berbagai elemen masyarakat hingga komunitas dan organisasi kepemudaan. Bantuan yang masuk itu berupa kebutuhan logistik termasuk berupa uang secara langsung yang ditujukan untuk membantu meringankan beban yang diderita para korban.
Bantuan yang terbaru datang dari Bank Nagari senilai Rp100 juta. Sebelumnya juga datang bantuan dari Pajero Sport Family Chapter Riau dan Pemkab Tanahdatar. (afr)





