BERITA UTAMA

Sukses Atasi Masalah Tawuran, Balap Liar, Narkoba dan PETI, Irjen Pol Gatot: Kita All Out untuk Sumbar

0
×

Sukses Atasi Masalah Tawuran, Balap Liar, Narkoba dan PETI, Irjen Pol Gatot: Kita All Out untuk Sumbar

Sebarkan artikel ini
PAPARKAN— Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta paparkan capaian 100 hari kinerjanya saat makan siang bersama dengan wartawan.

PADANG, METRO–Seratus hari usai di­lantik sebagai Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta berhasil mene­kan angka krimi­nalitas, pe­nya­lah­gu­naan narkoba hing­ga mem­berantas aksi tawuran dan balap liar yang selama ini telah sa­ngat meresahkan masya­rakat.

Berbagai program di­gencarkan oleh jenderal bintang dua itu kepada seluruh jajarannya. Salah satunya program Sumbar Zero Tawuran dan Balap Liar sebagai salah satu Commmander Wishnya.  Perintah tegas itu, ditin­dak­lanjuti Polres hingga Polsek jajaran dengan meng­giat­kan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Hasilnya, kini aksi ta­wuran dan balap liar sudah tidak lagi ditemukan dan masyarakat bisa tidur de­ngan nyenyak serta tidak khawatir lagi ketika keluar dari rumah. Upaya pence­gahan aksi tawuran dan balap liar, didukung upaya sosialisasi dan edukasi mas­sif menyasar kalangan pelajar lewat program “Sis­wa Sahabat Kapolda” serta berbagai komunitas dan supporter bola.

“Kita all out untuk Sumbar. Alhamdulillah le­wat upaya yang telah kita lakukan, aksi tawuran dan balap liar yang selama ini sering kali terjadi setelah Tarawih di bulan suci Ra­madhan, tidak lagi terjadi,” kata Irjen Pol Gatot saat makan siang bersama war­ta­wan yang berposko di Polda Sumbar Senin (14/4).

Dijelaskan Irjen Pol Gatot, sejak dirinya resmi dilantik sebagai Kapolda Sumbar, jumlah pelaku tawuran dan balap liar yang diamankan di seluruh Kabupaten Kota, sudah mencapai angka ratusan orang. Mirisnya, para pela­ku mayoritas adalah anak di bawah umur dan putus sekolah.

“Saya sudah perin­tah­kan seluruh ja­jaran Bha­binkamtibmas hingga ting­katan Polsek untuk segera melakukan pen­dataan by name by address terhadap seluruh pe­lajar putus seko­lah. Hasil­nya penadataan, ternyata di Kota Padang saja, ada 3000 lebih anak putus se­kolah. Situasi ini sudah saya sampaikan kepada Gubernur dan Wali Kota untuk segera ditindak­lan­juti dan diselesaikan ba­reng-bareng” ucapnya.

Irjen Pol Gatot mene­gaskan, pihaknya sangat mudah untuk menahan atau memenjarakan para pelaku tawuran dan balap liar. Namun jika itu dila­kukan, akan berdampak  bagi masa depan anak-anak ini di masa yang akan datang dan malah akan meningkatkan angka kri­minalitas ke depannya.

“Sangat gampang bagi kita untuk menindak secara hukum. Tapi masa depan mereka ke depannya ba­gai­mana? Jadi persoalan ini memang harus dise­lesaikan bersama-sama. Saya sudah laporkan ini ke Gubernur dan Wali Kota. Rencananya, anak-anak putus sekolah ini akan seko­ lah lagi di sekolah rakyat,” tegas Irjen Pol Gatot.

Selain masalah tawu­ran dan balap liar, Irjen Pol Gatot menuturkan, angka penyalahgunaan narkoba saat dirinya pertama kali dilantik sebagai Kapolda, Sumbar sempat me­nem­pati peringkat keenam Pro­vinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi  secara nasional.

“Namun seiring mas­sifnya upaya  pemberan­tasan, pencegahan dan  pelibatan aktif tokoh ma­syarakat untuk membe­rantas peredaran narkoba lewat Gerakan Subuh Ber­jamaah (GSB), angka pe­nyalahgunaan Narkoba Sumbar kini sudah sudah turun ke posisi 15 tingkat Nasional versi Badan Nar­kotika Nasional (BNN),” tambah dia.

Menurut  Irjen Pol Gatot Suryanta, polisi me­mang bisa saja menyeret para pelaku penyalah­gu­naan narkoba ke penjara. Na­mun langkah itu, tentu ti­dak akan menyelesaikan masalah selama akar ma­salah seperti rendahnya ekonomi, tingkat pendi­dikan dan sebagainya ti­dak benar-benar bisa di­se­le­saikan secara me­nye­luruh.

“Untuk itu, Polda Sum­bar dan juga Pemprov Sum­­bar, saat ini telah ber­se­pakat untuk memper­kuat peranan Lembaga Kerapa­tan Adat Alam Mi­nang­kabau (LKAAM) di Nagari untuk membina dan menye­lamatkan anak ke­me­nakan. Ujung tombak penuntasan penyakit ma­syarakat ini adalah Nagari. Nagari akan menjadi garda terdepan untuk menun­taskan berba­gai penyakit masyarakat. Termasuk nar­koba maupun LGBT,” kata dia.

Irjen Pol Gatot menga­takan, Polda dan seluruh jajaran bakal all out untuk membuat masyarakat Sum­bar merasa aman dan nyaman. Termasuk dalam upaya pemberantasan judi online hingga aktivitas Pertambangan Emas Tan­pa Izin (PETI) yang telah sangat merusak mental masyarakat maupun ling­kungan hidup.

“Dalam hal penindakan PETI, saya sudah perin­tahkan seluruh Kapolres dan jajaran serta Dirkrimsu  untuk memetakan seluruh Wilayah Tambang Rakyat (WTR) potensial di Kabu­paten/Kota. Melalui peran­tara Pemerintah provinsi, Polda Sumbar akan me­ngawal pengajuan WTR kepada Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” ungkapnya.

Tujuannya, kata Irjen Pol Gatot, agar tidak ada lagi tambang-tambang ile­gal di Sumbar seingga  nan­tinya akan bisa dipeta­kan mana yang boleh di­tam­bang dan mana yang tidak. Masyarakat yang se­l­ama ini menggantungkan hidup terhadap hasil per­tam­bangan, bisa bekerja dengan aman, nyaman.

“Kalau nanti sudah je­las regulasinya tambang rakyat, masyarakat tidak kehilangan mata penca­harian. Kalau kita tindak semua, masyarakat tentu akan kehilangan pencarian, dampaknya juga ke kri­minal lagi. Kalau masih ada yang menambang di luar lokasi tambang rakyat, itu nanti akan kita tindak te­gas,” ujar dia.

Selain itu, kata Irjen Pol Gatot, pihaknya juga turut menyukseskan program Presiden Probowo yaitu ketahanan pangan, tiga juta rumah bersubsidi dan  program makan bergizi gratis. Untuk saat ini, di Sumbar sudah memiliki 2450 hektare lahan yang ditanami jagung, kolam ikan, ternak ayam, dan kambing.

“Untuk program tiga juta rumah bersubsidi, kita sudah ingatkan agar tidak ada lagi pungutan dan pe­layananya dipercepat. Se­dangkan program makan bergizi gratis, kita sedang membangun dapur di Pa­dang. Nantinya seluruh Polres akan membangun minimal satu dapur,” tutup­nya. (rgr)