METRO PADANG

Aksi Koboi Petugas Keamanan Taman Panorama Baru, Tagih Gaji, Todongkan Pistol lalu Ditembakkan ke Atas

0
×

Aksi Koboi Petugas Keamanan Taman Panorama Baru, Tagih Gaji, Todongkan Pistol lalu Ditembakkan ke Atas

Sebarkan artikel ini
PENGANCAMAN— Pelaku RH yang melakukan pengancaman dan penembakan pistol air gun diamankan di Mapolresta Bukittinggi.

BUKITTINGGI,METRO–Tim Satreskrim Polresta Bukittinggi meringkus seorang pria yang bekerja sebagai petugas keamanan objek wisata Taman Panorama Baru lantaran nekat melakukan pengancaman dan penembakan menggu­nakan senjata pistol jenis air gun.

Berdasarkan rekaman CCTV  yang beredar, pelaku melakukan aksi koboi itu pada Sabtu (5/4). Terlihat pelaku datang bersama temannya ke sebuah wa­rung yang saat itu sedang berada dua orang pria lainnya. Kemudian, pelaku langsung menyerang salah seorang pria yang berada di warung.

Pelaku juga sempat me­­nembakan senjata mi­lik­nya ke arah atas, sementara itu teman pelaku dan teman korban berusaha untuk melerai keduanya. Bahkan, pelaku sempat me­no­dong­kan pistol ke kepala orang yang melerainya.

Kasat Reskrim Polresta Bukittinggi, AKP Idris Bakara mengatakan, perbuatan pengancaman dan penembakan ini dilakukan RH saat meminta hak gajinya yang tak kunjung dibayar.

“Aksi koboi RH ini terekam CCTV, saat itu sedang mendatangi dua orang pria. Terlihat ia datang bersama rekannya, sembari memegang pistol yang diketahui merupakan air gun, dan keributan tidak terelakkan” sebutnya, Rabu (9/4)

Selanjutnya ulas AKP Idris Bakara, pelaku RH me­ngacungkan air gun ke se­seorang. Bahkan ia juga sempat melepaskan satu tembakan ke atas.  RH yang telah emosi terus membe­rontak meskipun telah dicoba dipegangi oleh se­se­orang. Ia juga mengarahkan air gun tersebut ke kepa­la pria yang mencoba me­lerai. Tangan Rudi berhasil dipegang, dan dite­nangkan.

“Pascakejadian, korban tidak terima dan membuat laporan. Berdasarkan laporan ini RH lalu ditangkap Tim Operasional Satres­krim.  Pemicu keributan lantaran hak gaji yang tak dibayarkan. Informasinya, RH mendapat upah kea­manan sebesar Rp150 ribu per hari kalau dia masuk kerja, dan yang belum terbayarkan selama empat hari atau totalnya Rp600 ribu,” jelasnya.

Awalnya sambung AKP Idris Bakar, pelaku menagih gajinya via telepon. Selanjutnya disuruh untuk mendatangi korban, namun diduga tidak terima karena mendapat nada menantang.

“Pelaku kesal karena nada menantang, makanya datang dengan membawa air gun itu,” imbuhnya.

AKP Idris Bakara menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, air gun yang digunakan bukan milik pelaku, melainkan pinjam dari iparnya. Saat ini, kepolisian sedang berupaya mencari barang bukti.

“Ipar pelaku ini sudah balik ke Bekasi. Ini kami lagi menyusul ke Bekasi untuk menyita barang bukti. Ka­mi sedang di jalan. Saya belum sempat bertemu dengan pelaku untuk detailnya. Kami langsung bergerak mengejar barang bukti ke Bekasi mengu­nakan jalur darat,” tukasnya. (pry)