JAKARTA, METRO–Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyoroti masih terjadinya aksi premanisme. Terbaru viral di media sosial memperlihatkan preman melakukan pungutan liar (pungli) di Pasar Baru, Bekasi, Jawa Barat.
Setelah ditangkap, preman tersebut mengaku bisa meraup ratusan ribu rupiah perharinya. Selain itu, di Kabupaten Bekasi juga ada kasus menyita perhatian lainnya. Yakni aksi brutal sekelompok begal yang menyerang seorang anggota polisi Briptu AA, hingga nyaris tewas. Motor korban pun raib dibawa kabur pelaku.
Sahroni menilai, aksi para preman ini meresahkan masyarakat. Polri diminta mengambil langkah tegas kepada para pelaku agar memberikan efek jera.
“Ini kan sangat menyusahkan. Orang mau jualan dengan halal malah dipalak dengan berbagai dalihnya. Maka saya mendorong Pak Kapolri untuk basmi semua preman pasar, sterilkan pasar tradisional dari segala aksi premanisme,” kata Sahroni, Senin (7/4).
Tindakan tegas juga perlu dilakukan kepada para pelaku begal. Sebab, aksi mereka telah mengancam nyawa masyarakat.
“Selain preman, yang juga mengkhawatirkan adalah begal yang aksinya belakangan ini makin brutal. sampai ada begal yang berani membegal polisi. Ini harus betul-betul ditumpas serius,” imbuhnya.
Bendahara Umum Partai NasDem ini menyampaikan, Polri harus mampu menghadirkan rasa aman untuk rakyat. Oleh karena itu, perlu langkah serius dalam memberantas kelompok preman ini.
“Dengan berbagai insiden belakangan ini, kami di Komisi III mendesak polisi agar tangkap, bubarkan dan tindak serius para preman dan begal ini. Telusuri kelompoknya sampai atas dan beri mereka konsekuensi hukum yang berat,” tutup Sahroni. (jpg)






