BERITA UTAMA

Saling Membantu di Bulan Ramadhan

0
×

Saling Membantu di Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Bagindo Yohanes Wempi (Ketua PII Kota Padang)

OLEH: Bagindo Yohanes Wempi (Ketua PII Kota Padang)

GUBERNUR Sumatra Barat, Buya Mahyeldi, bersama Wakil Bupati Solok H Candra dan jajaran terkait OPD, lakukan kunjungan sahur di rumah ke­luarga kurang mam­pu yaitu Nuraniah (57), di Nagari Taratak Ta­ngah, Kecamatan Lem­bah Gu­­manti, Kabu­pa­ten Solok.  Selain sing­gah un­tuk kegiatan san­tap sa­hur, Gubernur juga me­nyerahkan bantuan be­dah rumah bagi ke­luar­ga tersebut dan mem­beri motivasi agar ke­luarga tetap sa­bar dan semangat untuk maju.

Kutipan pernyataan Gubernur dalam acara tersebut! “Alham­du­lil­lah, hari ini kami bersa­ma Bapak Wakil Bupati Solok dan tim, mengunjungi rumah Ibu Nuraniah. Beliau tinggal bersama suami, anak, dan dua cucunya di rumah kayu yang ukurannya sangat kecil dan sudah mulai reyot. Selain santap sahur, Kita juga akan bantu perbaikan rumah beliau”.

Program empati kepala daerah tersebut juga dila­ku­kan oleh Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasko Ru­seimy, ini adalah program yang sangat mulia untuk memberikan empati dan bantuan terhadap masya­rakat, harapan tentu se­mua warga Sumbar yang sukses juga lakukan sikap empati itu tauladan Gu­bernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat tersebut.

Bulan Ramadhan bulan yang mendidik umat Muslim agar timbul rasa em­pati terhadap sesama. De­ngan berpuasa Kita belajar untuk ikhlas memberi dan peduli terhadap nasib gol­ongan yang tidak sebaik Kita. Dengan merasa kea­daan demikian diharapkan akan membuat Kita lebih bersungguh-sungguh se­cara ikhlas untuk meng­hulurkan bantuan kepada mereka yang membutuh­kan serta memberikan ru­ang besar pada diri mere­ka untuk mengembangkan kepekaan sosial, tanggung jawab, dan mengede­pan­kan kepentingan orang lain dan masyarakat.

Dengan demikian, seo­rang muslim yang benar-benar melaksanakan pua­sa, ia akan selalu berusaha mengembangkan simpati dan empati kepada sesa­ma. Ia juga akan selalu menyebarkan kedamaian dan etika moral luhur yang lain.  Jika ia bukan bagian dari mereka yang kela­paran, ia akan ikut ambil bagian untuk mencari jalan mengentaskan mereka yang kelaparan.

Namun, jika di antara umat Islam kebetulan ba­gian dari mereka yang se­dang kekurangan, ia  tidak akan pernah berputus asa. Namun, ia selalu yakin, pertolongan Allah pasti akan datang. Nilai perto­longan yang diberikan oleh seorang Muslim bukan pa­da besar kecilnya pertolo­ngan, akan tetapi keikhla­san Kita memberikan per­tolongan. Pertolongan yang diberikan kepada seseorang senantiasa ha­rus dijaga agar orang yang dutolong tersebut tidak merasa dihina, direndah­kan dan disakiti hatinya.

Dijelaskan bahwa bagi seorang mukmin yang su­ka menolong terhadap Muk­min lainnya, maka Allah SWT akan memberikan pertolongan kepadanya ketika ia membutuhkan. Sebaliknya, bila seorang Mukmin maka Allah SWT pun akan membiarkan bah­kan tidak menyukai orang tersebut.

Saatnya umat, pejabat negara, kepala daerah un­tuk menjalankan nilai-nilai saling membantu, saling tolong menolong, langkah itu diajarkan Nabi Mu­ham­mad SAW dan diberikan pahala oleh Allah SWT disaat bulan Ramadhan ini Kita lakukan, mari bantu ummat dan masyarakat agar NKRI makin kuat. (*)