JAKARTA, METRO–Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada menyampaikan bahwa pihaknya masih menyelidiki laporan terkait dengan teror kepala babi dan bangkai tikus kepada Tempo.
Dia memohon doa agar para penyidik mampu menuntaskan kasus tersebut. Wahyu memastikan bahwa pihaknya akan menyampaikan perkembangan informasi atas penanganan kasus tersebut kepada publik.
Keterangan itu disampaikan oleh Wahyu saat ditanyai oleh awak media pada Senin (24/3). Sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Korps Bhayangkara akan menangani kasus tersebut. Pada Jumat pekan lalu (21/3), Tempo telah melaporkan teror itu kepada Mabes Polri. Mereka juga sudah menyerahkan barang bukti termasuk rekaman CCTV.
“Kami sedang bekerja ya. Tentu tim kami sedang di lapangan dan sedang awal penyidikan. Teknis penyelidikan dan penyidikan tidak bisa saya sampaikan di sini,” imbuhnya.
Jenderal bintang tiga Polri itu menyatakan bahwa dirinya belum bisa terlalu banyak menyampaikan informasi terkait dengan kasus tersebut. Sebab, penyelidikan dan penyidikan masih awal dan masih berjalan.
Yang pasti, instansinya menangani kasus tersebut sesuai dengan laporan. Kasus itu tidak hanya menjadi atensi pimpinan Polri, masyarakat luas juga sudah ikut mengawal.
“Semua proses pelaporan masyarakat tentu kita sikapi, untuk dilakukan penyelidikan dengan baik. Mohon doanya dari teman-teman semuanya. Nanti disampaikan ke teman-teman,” ujarnya.
Sebelumnya, Tempo mendapat kiriman kepala babi dalam keadaan kuping sudah terpotong pada Rabu (19/3). Paket itu baru dibuka besoknya, yakni pada Kamis (20/3). Tidak berselang lama, pada Sabtu (22/3), Tempo kembali mendapat kiriman bangkai tikus. Total ada enam ekor bangkai tikus yang dikirim oleh orang tidak dikenal. Seluruhnya dalam keadaan terpenggal. (jpg)






