METRO SUMBAR

Pilkada 2024 Usai, Tokoh Masyarakat Bukittinggi Siap Ciptakan Rekonsiliasi Politik

0
×

Pilkada 2024 Usai, Tokoh Masyarakat Bukittinggi Siap Ciptakan Rekonsiliasi Politik

Sebarkan artikel ini
REKONSILIASI—Tokoh masyarakat Kota Bukittinggi, H Trismon, SH menyatakan siap untuk menciptakan rekonsiliasi politik pasca Pilkada 2024.

BUKITTINGGI, METRO–Setelah pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) selesai, peran rekonsiliasi politik menjadi sangat penting dalam men­jaga keharmonisan antar masyarakat yang sebelumnya terjadi kete­ngan dan perpecehan karena adanya perbedaan pilihan. Oleh karena itu, langkah untuk merajut kembali tali persaudaraan dan men­jaga stabilitas sosial menjadi tugas penting bagi seluruh elemen masya­rakat. Mengedepankan kesatuan di atas perbedaan politik akan membantu memperkuat demokrasi dan mempercepat kemajuan daerah.

Tokoh masyarakat Kota Bukittinggi H Trismon, SH yang juga Wakil Ketua Koordinasi Tim Pemenangan Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 3 Erman Safar-Heldo Aura menyatakan siap untuk menciptakan rekonsiliasi politik pasca Pilkada Serentak 2024.

“Selesai sudah acara Pilkada, selesai dilantik kepala daerah. Seharusnya tidak ada lagi yang namanya tim sukses. Kita berharap semuanya bersatu kembali di bawah kepe­mimpinan kepala daerah yang terpilih,” katanya.

Dengan persatuan, ung­kap dia, masyarakat bisa bersama-sama membangun Kota Bukittinggi. Diharapkan tidak ada lagi yang saling menyalahkan pihak sebelah. Sikap empati menjadi kunci. Pe­mimpin terpilih perlu me­nunjukkan empati terha­dap semua kelompok ma­syarakat, termasuk mereka yang tidak memilihnya.

“Bagaimana betul-be­tul kepala daerah yaitu Wali Kota Bukittinggi menyatukan kembali elemen-elemen yang waktu Pilkada terpecah. Diharapkan wali kota bisa menyatukan tanpa mengatakan ini orang setia, ini orang sebelah,” ungkapnya.

Menurutnya, pemimpin yang mampu memahami perasaan dan kebutuhan berbagai kalangan akan menciptakan kebersamaan yang lebih kuat dan mempercepat proses pem­bangunan. Apalagi, Kota Bukittinggi daerahnya sangat kecil dengan luas wilayahnya cuma 25 Kilometer persegi dengan jumlah  penduduknya cuma 127 ribu jiwa.

“Pilkada adalah ajang demokrasi yang tidak seharusnya menjadi alasan untuk perpecahan atau disintegrasi. Semua pihak diharapkan untuk me­ngutamakan kesatuan dan kerukunan, bukan me­nge­depankan perbedaan yang hanya akan merugikan bersama,” kata dia.

Momentum rekonsiliasi pasca Pilkada Serentak 2024, menurutnya, sangat relevan dengan filosofi demo­krasi Indonesia yang me­ngedepankan musya­warah untuk mufakat. Kebersamaan ini bukan hanya menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas politik, tetapi juga memperlancar proses pergantian kepe­mimpinan di tingkat daerah.

“Pemimpin yang terpi­lih diharapkan mampu me­ngemban amanah rakyat dengan optimal, tanpa harus dibebani isu polarisasi yang tajam. Kepala daerah yang terlpihi diharapkan mampu mengakomodasi seluruh kepen­tingan masyarakat tanpa terkecuali, sehingga keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan secara me­rata,” tutupnya. (rgr)