BUKITTINGGI, METRO–Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, sebanyak 50 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kota Bukittinggi menerima paket sembako dalam program PAI Berbagi. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, bersama Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bukittinggi, Eri Iswandi, di Aula Kantor Kemenag, Jumat (21/3).
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, memberikan apresiasi atas inisiatif para guru PAI yang telah menunjukkan keteladanan dalam berbagi. Ia menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari nilai kepedulian dan solidaritas yang diajarkan kepada peserta didik.
“Kegiatan ini bukan hanya aksi sosial, tetapi juga contoh nyata bagi siswa bahwa guru tidak hanya mengajarkan kepedulian, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan tahun kedua program ini dijalankan, dan kami berharap dapat terus berlanjut dengan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas, baik dalam lingkup satu agama maupun secara lebih luas kepada seluruh masyarakat, sebagai wujud ajaran agama yang mengutamakan empati dan kebersamaan.
Ketua GPAI Kota Bukittinggi Berbagi, Noufald Mihar Ramadhan, menjelaskan bahwa program Guru PAI Berbagi merupakan hasil kolaborasi antara para guru PAI dan Kemenag Kota Bukittinggi. Dana bantuan ini dihimpun dari infak dan sedekah para guru, yang tahun ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp15.065.000,00.
Dana tersebut kemudian disalurkan dalam bentuk paket sembako kepada 50 penerima, yang terdiri dari, 3 guru SLB, 20 guru SD, 12 guru SMP, 5 guru SMA, 7 guru SMK, dan 3 penjaga sekolah.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung setiap tahun, dengan cakupan penerima yang lebih luas, termasuk tenaga pendukung pendidikan seperti penjaga sekolah. Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat dan membawa berkah bagi kita semua,” ujar Noufald.
Melalui kegiatan ini, para guru PAI Bukittinggi membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengajar di dalam kelas, tetapi juga membentuk karakter sosial dan kepedulian terhadap sesama. (pry)





